Pemkot Bekasi Launching Tiga Program Di Kelurahan Kali Abang Tengah

Selasa, 25 Juni 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM – Bekasi, Dalam rangka pemberdayaan perempuan dan mewujudkan Kota Ramah Anak,  Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bekasi,  melaunching program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta),  Ngabring Ka Sekolah (Ngabaso) dan Kampung Ramah Anak di RW 07 Kelurahan Kali Abang Tengah Kecamatan Bekasi Utara, Selasa, (25/6/2019).Hadir dalam kegiatan ini, Ibu Walikota Gunarti Rahmat Effendi,  Ibu Wakil Walikota Wiwiek Hargono, Kepala DP3A dan jajaran, Lurah Kaliabang Tengah, Ketua  PKK Kecamatan Ketua PKK Kelurahan sebagai Kecamatan Bekasi Utara, Pengurus  PKK kelurahan Kampung Tengah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, RW 07, dan ketua RT setempat RW, serta peserta Sekoper Cinta sebanyak 100 orang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi, Ir Riawanti mengatakan, sebagai upaya pemberdayaan perempuan, Pemerintah Kota Bekasi melaksanakan sekolah perempuan capai impian dan cita-cita atau Sekoper Cinta.

“Kegiatan Sekoper Cinta dilaksanakan di lokasi Binaan P2WKSS yang bertujuan untuk meningkatkan peranan perempuan dalam pembangunan dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas , meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam usaha ekonomi kreatif,” terang Riawanti.

Dimana pelaksanaan Sekoper Cinta, lanjut Riawanti, diharapkan mampu mengatasi permasalahan sosial yang dipicu oleh kerentanan keluarga seperti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan.

Riawanti merinci, jumlah kasus kekerasan perempuan di 2018 sampai 12 Juni 2018 dikatakan Riawanti ada sebanyak 204 kasus.  kasus yang paling tinggi adalah kekerasan fisik sebanyak 150 kasus.

“Sedangkan kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 153 kasus dan sampai dengan 31 Mei 2018 sebanyak 59 kasus dengan kasus tertinggi adalah pelecehan seksual, tindak pidana perdagangan orang,” tambahnya.

Dijelaskan Riawanti, dari angka perceraian terjadi 3.515 kasus dengan rincian perempuan yang mengajukan sebanyak 2614 dan laki-laki sebanyak 901, dengan alasan tertinggi karena perselisihan sebanyak 3036 kasus dan karena alasan ekonomi sebanyak 406 kasus.

“Khusus di kelurahan Kali Abang Tengah tempat berlangsungnya ketiga program ini ada 44 kasus dengan alasan ekonomi 30 kasus, prevelensi sunting sebanyak 16.1 persen,” ungkap Riawanti.

“Dengan permasalahan-permasalahan tersebut di atas maka diselenggarakan kegiatan Sekoper cinta yang merupakan wadah perempuan bertukar pengetahuan dan pengalaman menemu-kenali kebutuhan dan juga kepentingan perempuan. Untuk meningkatkan kualitas hidupnya sebagai upaya mewujudkan perempuan kota Bekasi juara, yang mampu memberdayakan diri, keluarga dan lingkungan sekitar,” imbuh  Riawanti.

Diketahui,  jumlah penduduk Kota Bekasi sekitar 2.7 juta jiwa kondisi ini merupakan modal dasar pembangunan sekaligus menjadi masalah  sosial mengingat hampir 1 juta jiwa diantaranya adalah perempuan.

“Program pemberdayaan perempuan menjadi sangat strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial. Tingginya jumlah penduduk perempuan jika tidak diikuti oleh keberdayaan perempuan yang diantaranya  ditujukan oleh rendahnya peran perempuan dalam dunia kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan kota Bekasi barat mencapai 49 persen bahkan jauh di bawah capaian laki-laki 83 persen,” urai Riawanti.

Selain kegiatan Sekoper Cinta, sambung Riawanti, pihaknya juga melaksanakan kegiatan Ngabaso yang merupakan program pemerintah Jawa Barat untuk mengajak anak-anak berjalan kaki ke sekolah atau meminta orang tua mengantar anaknya ke titik kumpul dengan radius 100-200 dari gerbang sekolah.

“Program ngebaso agar anak lebih sehat karena ada pergerakan motorik tubuh, ada interaksi sosial, ada rasa toleransi dan saling menjaga kekompakan. Dengan adanya program Ngabaso “Ngabring Ka Sakolah” anak aman selamat dan mandiri menuju generasi masa depan juara,” kata Riawanti.

Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan Deklarasi Kampung Ramah Anak yang merupakan sebuah program  kegiatan yang berpusat kepada anak yaitu memberikan hak-hak anak dalam bermain, belajar, bersosialisasi, berkreasi dan perlindungan.

Advertorial.

Berita Terkait

Dapat Hibah Aset Rampasan Negara Rp3,65 Miliar, Pemkot Bekasi Siapkan Polder Pengendali Banjir
Awali Apel dengan Doa untuk Korban Musibah, Pemkot Bekasi Raih 4 Penghargaan BKN dan Lepas 24 Siswa ke Malaysia
Primaya Hospital Bekasi Timur Bangun Awareness Kesehatan Berkendara bersama MBCI Jakarta Chapter
Wali Kota Bekasi Tinjau Hasil Perbaikan Jalan Jatimakmur, Pastikan Kelayakan dan Kenyamanan Untuk Pengendara
Diresmikan Taman Asri 3 dan Taman Bahagia di Jatimakmur, Wali Kota Bekasi Terus Bangun Taman Hijau Untuk Masyarakat
Wali Kota Bekasi Apresiasi Festival Bekasi Barat, Yang Hadirkan UMKM, Pentas Seni hingga Bantuan Rp28 Juta untuk NTT
Wali Kota Bekasi Targetkan 3 Tahun Bekasi Bebas Kabel Semrawut, Pengerjaan Ducting Akan Dimulai di Perumnas 3
Disdik Keluarkan Panduan Perlindungan Siswa di Sekolah

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:17 WIB

Dapat Hibah Aset Rampasan Negara Rp3,65 Miliar, Pemkot Bekasi Siapkan Polder Pengendali Banjir

Senin, 14 September 2026 - 14:15 WIB

Awali Apel dengan Doa untuk Korban Musibah, Pemkot Bekasi Raih 4 Penghargaan BKN dan Lepas 24 Siswa ke Malaysia

Senin, 14 September 2026 - 08:14 WIB

Primaya Hospital Bekasi Timur Bangun Awareness Kesehatan Berkendara bersama MBCI Jakarta Chapter

Minggu, 13 September 2026 - 13:55 WIB

Wali Kota Bekasi Tinjau Hasil Perbaikan Jalan Jatimakmur, Pastikan Kelayakan dan Kenyamanan Untuk Pengendara

Minggu, 13 September 2026 - 13:49 WIB

Diresmikan Taman Asri 3 dan Taman Bahagia di Jatimakmur, Wali Kota Bekasi Terus Bangun Taman Hijau Untuk Masyarakat

Berita Terbaru