Pemkot Bekasi Launching Tiga Program Di Kelurahan Kali Abang Tengah

GERBANGPATRIOT.COM – Bekasi, Dalam rangka pemberdayaan perempuan dan mewujudkan Kota Ramah Anak,  Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bekasi,  melaunching program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta),  Ngabring Ka Sekolah (Ngabaso) dan Kampung Ramah Anak di RW 07 Kelurahan Kali Abang Tengah Kecamatan Bekasi Utara, Selasa, (25/6/2019).Hadir dalam kegiatan ini, Ibu Walikota Gunarti Rahmat Effendi,  Ibu Wakil Walikota Wiwiek Hargono, Kepala DP3A dan jajaran, Lurah Kaliabang Tengah, Ketua  PKK Kecamatan Ketua PKK Kelurahan sebagai Kecamatan Bekasi Utara, Pengurus  PKK kelurahan Kampung Tengah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, RW 07, dan ketua RT setempat RW, serta peserta Sekoper Cinta sebanyak 100 orang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi, Ir Riawanti mengatakan, sebagai upaya pemberdayaan perempuan, Pemerintah Kota Bekasi melaksanakan sekolah perempuan capai impian dan cita-cita atau Sekoper Cinta.

“Kegiatan Sekoper Cinta dilaksanakan di lokasi Binaan P2WKSS yang bertujuan untuk meningkatkan peranan perempuan dalam pembangunan dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas , meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam usaha ekonomi kreatif,” terang Riawanti.

Dimana pelaksanaan Sekoper Cinta, lanjut Riawanti, diharapkan mampu mengatasi permasalahan sosial yang dipicu oleh kerentanan keluarga seperti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan.

Riawanti merinci, jumlah kasus kekerasan perempuan di 2018 sampai 12 Juni 2018 dikatakan Riawanti ada sebanyak 204 kasus.  kasus yang paling tinggi adalah kekerasan fisik sebanyak 150 kasus.

“Sedangkan kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 153 kasus dan sampai dengan 31 Mei 2018 sebanyak 59 kasus dengan kasus tertinggi adalah pelecehan seksual, tindak pidana perdagangan orang,” tambahnya.

Dijelaskan Riawanti, dari angka perceraian terjadi 3.515 kasus dengan rincian perempuan yang mengajukan sebanyak 2614 dan laki-laki sebanyak 901, dengan alasan tertinggi karena perselisihan sebanyak 3036 kasus dan karena alasan ekonomi sebanyak 406 kasus.

“Khusus di kelurahan Kali Abang Tengah tempat berlangsungnya ketiga program ini ada 44 kasus dengan alasan ekonomi 30 kasus, prevelensi sunting sebanyak 16.1 persen,” ungkap Riawanti.

“Dengan permasalahan-permasalahan tersebut di atas maka diselenggarakan kegiatan Sekoper cinta yang merupakan wadah perempuan bertukar pengetahuan dan pengalaman menemu-kenali kebutuhan dan juga kepentingan perempuan. Untuk meningkatkan kualitas hidupnya sebagai upaya mewujudkan perempuan kota Bekasi juara, yang mampu memberdayakan diri, keluarga dan lingkungan sekitar,” imbuh  Riawanti.

Diketahui,  jumlah penduduk Kota Bekasi sekitar 2.7 juta jiwa kondisi ini merupakan modal dasar pembangunan sekaligus menjadi masalah  sosial mengingat hampir 1 juta jiwa diantaranya adalah perempuan.

“Program pemberdayaan perempuan menjadi sangat strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial. Tingginya jumlah penduduk perempuan jika tidak diikuti oleh keberdayaan perempuan yang diantaranya  ditujukan oleh rendahnya peran perempuan dalam dunia kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan kota Bekasi barat mencapai 49 persen bahkan jauh di bawah capaian laki-laki 83 persen,” urai Riawanti.

Selain kegiatan Sekoper Cinta, sambung Riawanti, pihaknya juga melaksanakan kegiatan Ngabaso yang merupakan program pemerintah Jawa Barat untuk mengajak anak-anak berjalan kaki ke sekolah atau meminta orang tua mengantar anaknya ke titik kumpul dengan radius 100-200 dari gerbang sekolah.

“Program ngebaso agar anak lebih sehat karena ada pergerakan motorik tubuh, ada interaksi sosial, ada rasa toleransi dan saling menjaga kekompakan. Dengan adanya program Ngabaso “Ngabring Ka Sakolah” anak aman selamat dan mandiri menuju generasi masa depan juara,” kata Riawanti.

Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan Deklarasi Kampung Ramah Anak yang merupakan sebuah program  kegiatan yang berpusat kepada anak yaitu memberikan hak-hak anak dalam bermain, belajar, bersosialisasi, berkreasi dan perlindungan.

Advertorial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *