Susul Ushtuchri, Kyai Chudori Thohir juga Mundur dari Jajaran Dewan Syuro PKB

GERBANGPATIOT.COM – Bekasi,  Mundurnya H. Ahmad Ushtuchri dari Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi juga disusul oleh para kyai yang dipimpin oleh jajaran Dewan Syuro KH Chudori Thohir Rohili pimpinan Pondok Pesantren Attahiriyyah Bekasi dan Jakarta.

Chudori menyatakan alasan mundur dari partai karena pemilihan yang dilakukan sekarang tidak melalui AD/ART. “Sehingga kami merasa yang berkewajiban harus mundur daripada kami mengikuti gerbong yang bersifat negatif,” katanya saat ditemui gerbangpatriot.com (7/8/2021) di Pondok Pesantren Annur, Bekasi Utara.

Alasan kedua karena menurut Chudori muru’ah partai sudah tidak ada lagi.

“PKB sebenarnya satu satunya partai yang lahir dari Nahdhatul Ulama (NU). Tetapi
Etika berpolitik (santun) kita sudah tidak ada lagi. Maka kami mundur, semua jajarannya, karena ini prinsip,” tambahnya.

Ia menyayangkan karena partai ini seperti kehilangan khiththah-nya sebagai partai Islam yang religius, salah satunya menghilangkan agenda musyawarah untuk mencapai mufakat. Dirinya merasa sekarang ini ada aura kepentingan di dalam tubuh partai untuk menghabiskan para kader yang berjuang dengan keringat mereka sendiri.

Kata Chudori para kader harus mengingat bahwa PKB dibangun dengan penuh perjuangan sejak awal. Tetapi malah berakhir dengan kurang baik.

“Mengapa sekarang memilih seseorang yang kemampuannya belum teruji? Kita nggak tahu dari mana latar belakangnya? Apakah ini comotan dan lain-lain? Sementara kami tidak. Kami ukur kemampuannya. Asal dari mana. Harus ada kajian-kajian luar biasa. Jadi kita mundur dengan ikhlas,” tukasnya.

Ia berharap saat ini kader- kader tetap kompak bersatu untuk menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi. Karena mengingat pendiri PKB sendiri, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur berpesan agar PKB tetap eksis dan menjaga persatuan.

“Tentunya pesan beliau banyak. Bagaimana PKB tetap berkibar, tetap bersatu. Sebab tidak mudah mendirikan partai. Saat itu Presiden Habibie membuka keran kesempatan, maka salah satu partai yang dilahirkan saat itu PKB. Itu yang harus diingat. Kenapa malah oknum tidak melihat itu ke belakang?” pungkasnya. (Denis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *