Elon Musk Usulkan Pembentukan “America Party” untuk Wakili Mayoritas Tengah

Jumat, 6 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump menerima jabat tangan Elon Musk sambil tetap duduk. (Reuters/Nathan Howard)

Donald Trump menerima jabat tangan Elon Musk sambil tetap duduk. (Reuters/Nathan Howard)

GERBANGPATRIOT.COM, Istanbul — Miliarder teknologi Elon Musk kembali mengguncang lanskap politik Amerika Serikat. Kali ini, melalui unggahan di platform media sosial miliknya, X, Musk mengusulkan pembentukan partai politik baru yang, menurutnya, mewakili “80 persen masyarakat yang berada di tengah”.

Gagasan itu disampaikan lewat jajak pendapat kepada 220 juta pengikutnya di X pekan ini. Sebanyak 80 persen responden menyatakan dukungan terhadap ide pembentukan partai baru. “Ini adalah takdir,” tulis Musk dalam unggahan pada Jumat (6/6/2025) malam.

Dalam unggahan lanjutan, CEO Tesla dan SpaceX itu menyebut nama “America Party” sebagai opsi partai politik yang diajukan oleh para pendukungnya. Nama tersebut menyerupai America PAC, komite aksi politik yang didirikannya pada 2024. Komite itu sempat menghabiskan dana sekitar 239 juta dollar AS (setara Rp 4 triliun) untuk mendukung Donald Trump dan Partai Republik dalam pemilu tahun lalu.

Namun, hubungan Musk dan Trump kini memburuk. Kritik Musk terhadap mantan presiden itu semakin terbuka, termasuk soal arah kebijakan dan kepemimpinan partai. Di tengah perseteruan yang makin dalam, wacana pembentukan partai baru menjadi sinyal kemungkinan pergeseran sikap politik Musk.

Di sisi lain, pembentukan partai politik baru di Amerika bukan perkara mudah. Sistem pemilu AS yang berbasis dua partai besar menyulitkan pendatang baru. Setiap partai harus memenuhi persyaratan administratif yang berbeda-beda di tiap negara bagian agar dapat mencalonkan kandidat dalam pemilu.

Musk sempat menanggapi saran dari seorang warganet untuk mereformasi partai besar “dari dalam ke luar” ketimbang membentuk partai baru. Ia hanya menjawab pendek: “Hmm.”

Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai sejauh mana keseriusan Musk untuk melepaskan dukungannya terhadap Partai Republik ataupun sejauh mana ia akan melangkah dengan gagasan partai baru tersebut. Namun, langkah ini menambah daftar panjang intervensi tokoh teknologi itu dalam politik AS yang semakin polarisasi. (ihd)

Berita Terkait

Belajar Dakwah di Negeri Sakura, Mahasiswa KPI UMY Jalani Magang Internasional di Japan Da’wah Centre
Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”
Myanmar Jadi Negara ke-13 Peserta Asia Mini Football Championship 2027 di Jakarta
Pertemuan G20 FMCBG, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Pentingnya Reformasi Pro-Pertumbuhan
Membawa Salam dan Doa Presiden, Mendagri Jenguk Wali Nanggroe di Penang
Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN
UMJ Press dan APPTIMA Wakili Indonesia Dalam International Publishers Congress 2026 di Malaysia
Peluang Emas! Jerman Buka Pintu bagi Tenaga Kerja Indonesia untuk Bekerja dan Menetap

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Belajar Dakwah di Negeri Sakura, Mahasiswa KPI UMY Jalani Magang Internasional di Japan Da’wah Centre

Kamis, 24 September 2026 - 21:03 WIB

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”

Selasa, 22 September 2026 - 20:10 WIB

Myanmar Jadi Negara ke-13 Peserta Asia Mini Football Championship 2027 di Jakarta

Rabu, 2 September 2026 - 15:53 WIB

Pertemuan G20 FMCBG, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Pentingnya Reformasi Pro-Pertumbuhan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Membawa Salam dan Doa Presiden, Mendagri Jenguk Wali Nanggroe di Penang

Berita Terbaru