Jaga Warisan Leluhur, Susanto Dwi Antoro Dorong Eksistensi Langen Beksan

Minggu, 1 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎‎GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Semangat pelestarian budaya kembali mendapat perhatian melalui syukuran tujuh tahun Langen Beksan Yogyakarta, Minggu (1/11/2027) di Taman Budaya Embung Giwangan.
‎
‎Momentum ini menjadi pengingat pentingnya ruang budaya yang tumbuh bersama masyarakat setempat.
‎
‎Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, S.E., dikenal vokal mendukung pelestarian budaya serta pengembangan pariwisata berbasis kemasyarakatan di Yogyakarta secara konsisten.
‎
‎Dukungan tersebut sejalan dengan semangat Langen Beksan Yogyakarta yang menandai perjalanan tujuh tahun melalui perayaan bertajuk “Nyawiji Ngrabuk Yuswo”.
‎
‎Ungkapan tersebut menegaskan kebersamaan sebagai semangat komunitas dalam menjaga keberlanjutan kegiatan seni dan budaya khas Yogyakarta secara bersama.
‎
‎Bagi Susanto, pelestarian budaya perlu melibatkan masyarakat secara luas, bukan hanya menjadi agenda seremonial yang berlangsung sesaat tanpa kesinambungan dan manfaat bagi warga.
‎
‎Komunitas seni memiliki peran penting mengenalkan tradisi kepada generasi muda, sekaligus membuka kesempatan warga terlibat langsung dalam kegiatan kreatif dan produktif bersama masyarakat.
‎
‎Upaya tersebut juga dapat memperkuat daya tarik wisata Yogyakarta melalui pengalaman budaya yang berakar pada kehidupan masyarakat, tradisi, dan kearifan lokal setempat berkelanjutan.
‎
‎Pendekatan pariwisata berbasis kemasyarakatan menempatkan warga sebagai pelaku utama, sehingga manfaat kegiatan budaya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lingkungan sekitar warga setempat.
‎
‎Perjalanan tujuh tahun Langen Beksan menjadi penanda konsistensi komunitas dalam merawat ruang ekspresi, mempertemukan pelaku seni, serta menjaga tradisi tetap hidup dan berkembang.
‎
‎”Momentum syukuran ini sekaligus menjadi kesempatan mengevaluasi perjalanan komunitas, memperluas kolaborasi, dan merancang kegiatan yang semakin dekat dengan kebutuhan serta aspirasi masyarakat luas,” tegasnya.
‎
‎Pelestarian tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan bentuk pertunjukan, tetapi juga membutuhkan regenerasi, ruang belajar, serta dukungan berkelanjutan terhadap para pelaku seni lokal di Yogyakarta.
‎
‎Karena itu, keterlibatan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan warga diperlukan agar ekosistem budaya dapat berkembang secara berkelanjutan, inklusif, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
‎
‎Susanto dikenal aktif menyuarakan dukungan terhadap agenda kebudayaan, terutama ketika kegiatan tersebut membuka partisipasi publik dan menguatkan identitas budaya Kota Yogyakarta secara luas.
‎
‎Semangat itu relevan dengan tantangan menjaga tradisi di tengah perubahan zaman, ketika generasi muda membutuhkan cara kreatif untuk mengenal warisan budaya leluhur secara menarik.
‎
‎”Komunitas seperti Langen Beksan dapat menjadi jembatan antar generasi melalui kegiatan seni yang menghadirkan ruang perjumpaan, pembelajaran, dan kebersamaan bagi seluruh warga di tingkat lokal,” jelasnya.
‎
‎Selain menjaga tradisi, kegiatan budaya
‎berpotensi menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan pekerja seni, usaha kecil, serta berbagai layanan pendukung di sekitarnya bagi masyarakat setempat.
‎
‎Namun, pengembangan tersebut perlu tetap berpijak pada nilai budaya, menghormati masyarakat setempat, dan memastikan kegiatan berlangsung dengan semangat gotong royong bersama warga di setiap kegiatan.
‎
‎Syukuran ke-7 Langen Beksan Yogyakarta pun menghadirkan pesan bahwa kebudayaan akan terus hidup ketika dirawat bersama, bukan diserahkan kepada segelintir pihak saja secara nyata.
‎
Harapannya, perjalanan komunitas memasuki tahun berikutnya semakin memperluas jejaring, memperkuat regenerasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas di Yogyakarta, khususnya Kota Yogyakarta.
‎
Dengan dukungan berbagai pihak,
‎Langen Beksan diharapkan terus menjadi ruang berkesenian sekaligus penggerak pelestarian budaya dan pariwisata yang berpihak kepada kepentingan masyarakat secara inklusif.(waw)

Berita Terkait

Lewat Pesparawi 2026, Harda Kiswaya Gaungkan Semangat Kerukunan dan Toleransi
Pemesanan Tiket Desember Dibuka, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Keberangkatan
Budaya dan UMKM Bergerak Bersama, Festival Kreatif Monggang Jadi Panggung Potensi Lokal
PPP DIY Tegaskan Soliditas Partai, Restrukturisasi Tak Terkait Dualisme Kepemimpinan
Musthafa Tekankan Pentingnya Nilai Kemanusiaan dalam Setiap Profesi
Harda Resmikan Pancuran Tuk Bulus, Potensi Wisata Lokal Siap Dikembangkan
GMX Bertolak ke Borobudur, Suarakan Penolakan Konser Andrea Bocelli
Penggeledahan Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Dosen UMY Soroti Kewenangan Polisi

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:42 WIB

Lewat Pesparawi 2026, Harda Kiswaya Gaungkan Semangat Kerukunan dan Toleransi

Minggu, 1 November 2026 - 14:37 WIB

Jaga Warisan Leluhur, Susanto Dwi Antoro Dorong Eksistensi Langen Beksan

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIB

Pemesanan Tiket Desember Dibuka, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Keberangkatan

Minggu, 1 November 2026 - 14:24 WIB

Budaya dan UMKM Bergerak Bersama, Festival Kreatif Monggang Jadi Panggung Potensi Lokal

Minggu, 1 November 2026 - 14:19 WIB

PPP DIY Tegaskan Soliditas Partai, Restrukturisasi Tak Terkait Dualisme Kepemimpinan

Berita Terbaru