Inspektur Banten Ajak Perempuan Berani Pimpin Sektor Publik

GERBANGPATRIOT.COM, Jakarta – Inspektur Daerah Provinsi Banten, Dr. Dra. Hj. Sitti Ma’ani Nina, M.Si, CGCAE resmi menerima penghargaan bergengsi dalam ajang AMKI Kartini Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI).

 

Dalam ajang tersebut, Nina dinobatkan sebagai “Perempuan Tangguh” untuk kategori Penggerak Integritas dan Kepemimpinan Perempuan di Sektor Pemerintahan. Penghargaan diserahkan di Jakarta, Rabu (29/04/2026).

 

Nina menegaskan bahwa capaian tersebut bukan semata hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

 

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh tim yang selama ini bekerja menjaga integritas dan mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih. Ini adalah kerja bersama,” ungkapnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan internal sebagai fondasi utama dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, integritas harus dibangun tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui budaya kerja yang konsisten.

 

“Integritas tidak cukup hanya menjadi slogan. Harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari, dalam setiap proses pengambilan keputusan,” kata Nina.

 

Lebih lanjut, Nina menyampaikan bahwa peran perempuan dalam sektor pemerintahan semakin strategis dan tidak dapat dipandang sebelah mata. Ia berharap semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran kepemimpinan dan berkontribusi dalam pembangunan.

 

“Perempuan memiliki perspektif dan kekuatan tersendiri dalam kepemimpinan. Saya berharap penghargaan ini dapat memotivasi lebih banyak perempuan untuk tampil dan berkontribusi,” tegasnya.

 

Ajang AMKI Kartini Awards merupakan agenda tahunan yang memberikan apresiasi kepada perempuan inspiratif di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, pendidikan, dan sosial. Melalui penghargaan ini, diharapkan semangat Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan peran perempuan terus hidup dan relevan di masa kini.

 

(Yuyi Rohmatunisa)