Kasus Kekerasan Daycare di Jogja Jadi Alarm Keras, DPD RI Turun Tangan

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎‎GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahmad Syauqi Soeratno, menggelar pertemuan dengan Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo beserta jajaran di Balaikota Yogyakarta, Rabu (6/5/2026).
‎
‎Agenda utamanya jelas: mengawal kasus kekerasan anak di sebuah daycare yang sempat mengguncang publik.
‎
‎“Ini bukan sekadar kasus biasa. Ini alarm keras bagi kita semua,” tegas Syauqi kepada wartawan.
‎
Syauqi mengaku bersyukur bisa berkoordinasi langsung dengan Pemkot Yogyakarta. Ia menyebut pemerintah kota tidak tinggal diam.
‎
“Saya mendapat penjelasan lengkap. Mulai dari pemetaan kasus serupa hingga langkah konkret yang sudah diambil,” ujarnya.
‎
Bahkan, lanjutnya, “Pemkot sudah membentuk tim khusus dengan skema penanganan jangka pendek, menengah, hingga panjang.”
‎
Namun di balik itu, fakta yang muncul justru lebih dalam. Syauqi menyebut ada persoalan mendasar yang selama ini luput.
‎
“Setelah kita bedah, ternyata ada hal-hal fundamental yang belum terakomodasi dengan baik,” katanya.
‎
Dari situ, ia merumuskan tiga pilar penting: “Pertama penindakan hukum, kedua rehabilitasi psikologis korban, ketiga pembelajaran sistem ke depan.
‎Tiga ini harus jalan bersama.”
‎
Langkah Syauqi tak berhenti di Balaikota. Sebelumnya, ia juga mendatangi Polresta Yogyakarta untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.
‎
“Penegakan hukum harus tegas. Tapi pemulihan korban juga tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya.
‎
Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pengelola daycare agar standar perlindungan anak benar-benar diterapkan.
‎
Semua temuan itu tidak akan berhenti di tingkat daerah. Syauqi memastikan akan membawanya ke level nasional.
‎
“Seluruh data dan hasil koordinasi ini akan kami rangkum. Ini bukan hanya untuk mengawal kasus, tapi juga bahan masukan di DPD RI,” katanya.
‎
Ia bahkan berencana mengundang kementerian terkait.
‎
“Kita butuh regulasi yang lebih kuat dan menyeluruh.”
‎
Di ujung pernyataannya, Syauqi menyinggung perubahan sosial yang tak bisa dihindari. Banyak orang tua kini bergantung pada daycare.
‎
“Ini realitas baru. Tapi keselamatan anak tetap nomor satu,” tegasnya. Ia berharap momentum ini jadi titik balik.
‎
“Ke depan harus ada sistem daycare yang lebih terencana, transparan, dan akuntabel. Orang tua harus merasa aman saat menitipkan anaknya.”(waw)

Berita Terkait

Pemerintah Kota Yogyakarta Gelar FestiSale, Meriahkan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Sepanjang Oktober 2026
‎HUT Kota Yogyakarta ke-270 Memanas, 118 Pelajar Taman Dewasa Ramaikan Karnaval Budaya
‎Festival Gastronomi Prancis Menggoda Jogja, Puluhan Restoran Sajikan Menu Istimewa
PMI Bantul Kirim Lima Personel Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, Bawa Misi Kemanusiaan
Hotel Crystal Lotus Yogyakarta Hadirkan Experience Baru, Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K
Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:24 WIB

Pemerintah Kota Yogyakarta Gelar FestiSale, Meriahkan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Sepanjang Oktober 2026

Rabu, 30 September 2026 - 13:59 WIB

‎HUT Kota Yogyakarta ke-270 Memanas, 118 Pelajar Taman Dewasa Ramaikan Karnaval Budaya

Rabu, 30 September 2026 - 13:46 WIB

‎Festival Gastronomi Prancis Menggoda Jogja, Puluhan Restoran Sajikan Menu Istimewa

Rabu, 30 September 2026 - 13:32 WIB

PMI Bantul Kirim Lima Personel Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, Bawa Misi Kemanusiaan

Rabu, 30 September 2026 - 13:22 WIB

Hotel Crystal Lotus Yogyakarta Hadirkan Experience Baru, Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K

Berita Terbaru