GERBANGPATRIOT.COM, JOGJA – Rendez-vous Rasa 2026 mengguncang kuliner Indonesia dengan cita rasa Prancis, menghadirkan kolaborasi chef, restoran, pelatihan, hingga film gastronomi lintas kota di berbagai daerah Indonesia.
Festival gastronomi ini digelar Kedutaan Besar Prancis, IFI, Alliance française, Business France, dan Disciples Escoffier Indonesia hingga 4 Oktober mendatang tahun ini secara nasional.
Edisi keempat tersebut berlangsung 23 September sampai 4 Oktober 2026, melibatkan sekitar 150 restoran di 40 kota Indonesia dan lebih dari sepuluh pulau nasional.
Program ini sebelumnya dikenal sebagai Le Goût de France atau Cita Rasa Prancis, sebelum berganti nama menjadi Rendez-vous Rasa secara resmi pada 2026 resmi.
Rendez-vous Rasa 2026 berkolaborasi dengan Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 dan Indonesia Gastronomy Network untuk memperkuat pertukaran gastronomi kedua negara melalui rangkaian program bersama berkelanjutan.
Duta Besar Prancis Fabien Penone menyebut kerja sama gastronomi bukan sekadar memamerkan makanan, melainkan membangun hubungan jangka panjang antartradisi antara kedua negara dan masyarakat.
Menurut Penone, gastronomi mencapai puncaknya ketika mampu menciptakan dialog, pertukaran, serta inspirasi timbal balik antara masyarakat Prancis dan Indonesia dalam pertemuan budaya tersebut bersama.
Momentum istimewa berlangsung 26 September di Pura Mangkunegaran, Surakarta, melalui Six-Hands Dinner yang menandai pembukaan Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 secara meriah bersama para chef.
Chef Stéphane Carrade, peraih dua bintang Michelin, berkolaborasi dengan Chef Degan Septoadji dan Chef Wayan Ari Wibowo dalam jamuan tersebut pada malam istimewa tersebut.
Tiga chef itu mempertemukan dua tradisi kuliner melalui kreativitas, warisan budaya, serta gastronomi kontemporer dalam satu pengalaman makan istimewa yang memperkaya pengalaman pengunjung bersama.
Perayaan Rendez-vous Rasa menjangkau lebih dari sepuluh pulau, mulai Medan hingga Merauke, sehingga masyarakat luas dapat menikmati menu khas Prancis sepanjang rangkaian festival berlangsung.
Program menu à la française memberi kesempatan pengunjung mencicipi hidangan Prancis sekaligus kreasi lokal yang mendapat sentuhan inspirasi kuliner Prancis bagi masyarakat Indonesia langsung.
Di Yogyakarta, sejumlah hotel dan restoran ikut meramaikan festival dengan sajian khusus, mulai hidangan utama hingga pastry bercita rasa Prancis selama periode festival berlangsung.
Hotel 101 Style Yogyakarta Malioboro menghadirkan Blanquette de Poulet dan Chocolate Mousse melalui Amerta Restaurant sejak 23 September dengan sentuhan autentik khas Prancis. Indonesia.
Hotel 101 Yogyakarta Tugu menawarkan Classic Opera Cake di Kalasan Restaurant, sementara Masama dan Mediterranea by Kamil menghadirkan menu beragam untuk para pecinta kuliner.
Masama dan Mediterranea menyajikan Vol-au-Vent seafood, Roasted Chicken Supreme, serta Amandine Tartlet dengan es krim vanila khas Borneo dalam rangkaian tersebut bagi pengunjung langsung.
Grand Hotel de Djokja menghadirkan Beef Bourguignon dan Millefeuille Vanilla, sedangkan Artotel Suite Bianti menawarkan Madurese Duck Confit dan French Beef Navarin untuk tamu.
Beragam pilihan juga tersedia di My Little Warung, Chéri Patisserie, Oakwood, Swiss-Belboutique, Le Sole Kafe, Hotel Porta, Idhum Resto, dan Tentrem dengan menu spesial.
IFI Yogyakarta turut menggelar pelatihan Gratin Dauphinois dan Crêpes Caramel Beurre Salé, serta pelatihan cheese platter bersama Mazaarat Cheese untuk masyarakat umum selama festival.
Rangkaian gastronomi diperluas melalui pemutaran film Linda Veut du Poulet dan À la Belle Étoile pada 24 September serta 1 Oktober yang mengangkat kuliner.
Margaux Nemmouchi, Direktur IFI Yogyakarta, menegaskan gastronomi dapat membuka pertukaran profesional, meneruskan pengetahuan, mendorong kreativitas, dan mengenalkan budaya lain melalui pengalaman lintas budaya bersama.
Menurut Nemmouchi, berbagi hidangan merupakan pengalaman manusia yang universal, sekaligus pintu untuk memahami orang-orang di balik setiap sajian bersama masyarakat luas Indonesia secara nyata.
Melalui festival ini, masyarakat diajak menikmati cita rasa Prancis, menemukan kreativitas Indonesia, mengenal pelaku kuliner, serta berbagi pengalaman lintas budaya selama rangkaian acara berlangsung. (ady)















