Dosen Teknologi Pangan UWM Bekali Siswa MAN 2 Kulon Progo Wawasan Pangan Sehat
GERBANGPATRIOT.COM, KULONPROGO – Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Edukasi Pengolahan Pangan Fungsional dan Keamanan Pangan” di MAN 2 Kulon Progo.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) itu diikuti 60 siswa kelas XI Program Keterampilan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan Tata Boga.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Tim pengabdian terdiri dari tiga dosen Teknologi Pangan UWM, yakni Dyah Titin Laswati, Nissa Clara Firsta, dan Asepto Edi Saputro yang memberikan pembekalan terkait pangan sehat dan keamanan pangan kepada para siswa.
Ketua Tim Pengabdian, Dyah Titin Laswati, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya konsumsi pangan sehat sekaligus membangun kesadaran terhadap keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin siswa memahami bahwa pangan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga dapat mendukung kesehatan apabila diolah dengan benar,” ujarnya.
Dyah menegaskan, aspek keamanan pangan harus menjadi perhatian utama masyarakat.
“Keamanan pangan sangat penting untuk mencegah risiko penyakit yang ditularkan melalui makanan. Melalui kegiatan ini kami berharap siswa dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan pola konsumsi pangan yang sehat dan aman,” katanya.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan edukasi mengenai keamanan pangan berbasis mikrobiologi.
Materi tersebut membahas bahaya kontaminasi mikroorganisme, faktor penyebab keracunan pangan, hingga langkah pencegahan yang dapat diterapkan sejak pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, sampai penyajian makanan.
Edukasi ini dinilai relevan dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak hanya teori, siswa juga dikenalkan pada konsep pangan fungsional dan pemanfaatan bahan pangan lokal.
Tim pengabdian memperagakan pembuatan jus wortel dan pare sebagai alternatif minuman sehat, serta memperkenalkan inovasi pengolahan labu kuning menjadi minuman fungsional yang kaya serat dan vitamin.
“Bahan pangan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai gizi tinggi dan memiliki manfaat kesehatan,” jelas tim pengabdian.
Kepala MAN 2 Kulon Progo, Riza Faozi, menyambut positif kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi UWM dalam memberikan wawasan dan keterampilan kepada siswa. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah sangat penting untuk memperkaya pengetahuan peserta didik, terutama di bidang pengolahan pangan dan kewirausahaan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan praktik sederhana yang menunjukkan tingginya antusiasme siswa terhadap inovasi pangan sehat, aman, dan berkelanjutan.(waw)

