DISHUB Kota Bekasi Pasang Kamera CCTV “Woro Woro” Untuk Monitoring Parkir Liar

GERBANGPATRIOT.COM, Bekasi – Dinas perhubungan kota bekasi kini terus bekerja keras, berupaya untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat di saat berlalu lintas termasuk dalam urusan penertiban parkir liar. Salam satu upaya yang sudah dilakukan dan termasuk langkah prototype ide awal yakni melakukan uji coba penertiban parkir liar yang dilaksanakan di area rumah sakit Hermina jalan kemakmuran Bekas Selatan. Di area rumah sakit tersebut kini sudah terpasang alat kamera cctv sekaligus pengeras suara “woro-woro” yang siap untuk menyuarakan atau menegur para pengguna jalan baik itu kendaraan bermotor atau mobil yang parkir sembarangan di area rumah sakit Hermina tersebut.

Sebagaimana diketahui, area rumah sakti Hermina yang posisinya tepat di depan kali memang sempit dan selalu rawan kemacetan yakni kemacetan yang disebabkan oleh tindakan parkir liar di bahu jalan.

“Ya bang, awalnya kita sudah selalu melakukan penataan dan penertiban parkir diberbagai titik lokasi tertentu, nah dari pengalaman tesebut, munculah ide upaya bagaimana caranya agar tertib setelah dilakukan operasi penertiban tersebut, sebab penertiban kendaraan yang parkir di bahu jalan membutuhkan tenaga penempatan personil dari pagi hingga sore bahkan malam hari sekitar 4 sampai 6 orang personil dibutuhkan. Hal tersebut jelas menguras personil Pegawai di Dinas Perhubungan sehingga kita upayakan yang lebih efektif dengan memasang Kamera Pengawas CCTV yang dilengkapi dengan pemberian informasi yang menggunakan alat pengeras suara, dan alat tersebut kita konfrol dari Kantor Dinas Perhubungan Kota Bekasi”.ujar Sunaryo Utomo diruang kerjanya pada Sabtu, 12 Juni 2026.

Ditambakannya dengan pemasangan alat kamera cctv ini sudah cukup tenaga 1 orang yang mengontrol sekaligus memberikan informasi “woro-woro” sehingga ada efisiensi penghematan tenaga pegawai.

Saat ini area Rumah Sakit Hermina sifatnya uji coba atau prototype, sebab pemasangan kamera CCTV ini baru ide awal, mungkin saja nantinya akan kita juga lakukan diarea lain apabila memungkinkan harganya juga relatif murah, hanya sekitar Rp. 2.500.000,- sudah mencukupi.

Dalam teknis pelaksanaannya operasional CCTV juga kita terus kembangkan memang diakuinya belum dapat dioperasionalkan secara optimal namun kita upayakan terus uji coba agar lebih maksimal, kelemahannya misalnya walaupun alat ini sudah bisa memantau dari kantor namun operator harus memantau layar monitor computer setiap saat, nah sekarang kita kaji, kita kembangkan bagaimana caranya agar operator ini dapat melakukan rekaman suara kemudian rekaman tersebut dapat disetel setiap jam, timpal Sunaryo.

Beberapa titik lokasi yang rawan kemacetan akibat adanya parkir liar juga terjadi di area depan Stasiun Kereta Api bulan bulan, kemudian diarea jalan Tangkuban Perahu sekitar rumah sakit Mitra Keluarga. Untuk itu kini kita telah upayakan hasil dari uji coba ini apakah akan diterapkan diarea tersebut atau tidak.

Untuk itu kita sangat berharap kepada seluruh masyarakat pengguna jalan baik itu yang menggunakan kendaraan motor atau mobil agar selalu mentaati peraturan. Ketika ada larangan parkir, ya mohonlah jangan parkir. Mari kita sama-sama menjaga dengan penuh kesadaran sendiri agar menjaga lalu lintas agar tetap aman dan lancar.

Nah sekilas kembali ke lokasi parkir di area Rumah Sakit Hermina pihak managemen rumah sakit sudah memberikan ruang parkirnya di area belakang rumah sakit, jadi tolonglah jangan malas, sehingga berebut parkir didepan, parkirlah di tempat sudah disediakan, pungkas Sunaryo (Hans).