Polres Lahat Ajak Warga Berkarya Sambil Gaungkan Pesan Keselamatan Berlalu Lintas

GERBANGPATRIOT.COM, LAHAT – Polres Lahat menggelar Lomba Mural Lalu Lintas tingkat Kabupaten Lahat dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lahat dan Satlantas Polres Lahat ini mengangkat tema “Edukasi Lalu Lintas” sebagai upaya menyampaikan pesan keselamatan berkendara kepada masyarakat melalui karya seni kreatif di ruang publik.

Panitia menyebutkan pendaftaran lomba dibuka mulai 6 hingga 15 Juni 2026.

“Lomba ini terbuka untuk kategori umum dan pelajar. Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi menyebarkan pesan keselamatan berlalu lintas melalui seni mural,” demikian keterangan panitia yang disampaikan dalam pengumuman kegiatan tersebut.

Peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran, melampirkan fotokopi KTP atau KK, serta mengirimkan karya yang bersifat orisinal dan belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan lain.

“Setiap peserta juga wajib menyertakan sketsa mural ukuran A4 saat mendaftar sebagai bahan penilaian awal,” ujar panitia.

Dalam ketentuan lomba disebutkan bahwa mural yang dibuat tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan maupun politik.

“Peserta diperbolehkan berasal dari luar Kabupaten Lahat. Kami berharap lahir karya-karya kreatif yang mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas,” tulis panitia.

Proses pengerjaan mural akan dilaksanakan selama dua hari menggunakan media tembok berukuran 2 x 1,5 meter atau 3 x 1,5 meter.

Panitia menyediakan lima jenis cat dasar, sedangkan peralatan melukis lainnya dipersiapkan oleh peserta.

“Karya terbaik nantinya akan menjadi milik panitia dan dimanfaatkan sebagai media edukasi keselamatan di lingkungan masyarakat,” jelas panitia.

Selain memperebutkan trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan bagi juara 1, 2 dan 3, lomba ini juga membawa pesan kuat melalui tagline “Patuhi Rambu, Selamat Sampai Tujuan” serta
‎”Berkarya untuk Keselamatan Bersama”.

“Seni tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga agen edukasi yang efektif untuk membangun budaya tertib berlalu lintas,” tegas panitia.(waw)