Utami Haryanti, Nilai Bukan Segalanya, Akhlak Utama di Akhirussanah SDIT Al-Zahira

GERBANGPATRIOT.COM, Kota Serang – Kegiatan Tasyakuran Akhirussanah SDIT Al-Zahira Angkatan IV yang dirangkaikan dengan Pentas Seni siswa kelas VI berlangsung khidmat dan meriah di Rachmatoellah Convention Hall (RCH), Sabtu (6/6/2026). Acara ini mengusung tema “Mengukir Prestasi di Dunia dan Mencetak Generasi Qur’ani yang Berakhlakul Karimah” serta “NUSANTARA (Nuansa Seni, Aksi dan Talenta)”.

Kepala SDIT Al-Zahira, Utami Haryanti, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas capaian para siswa kelas VI yang dinyatakan lulus 100 persen.

“Alhamdulillah, kita menyaksikan buah dari proses panjang selama enam tahun. Anak-anak yang dahulu datang dengan langkah ragu, kini telah tumbuh menjadi pribadi yang siap melangkah ke jenjang berikutnya,” tukasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya diukur dari nilai akademik semata, melainkan dari akhlak, adab, serta semangat belajar yang terus tumbuh.

“Nilai di atas kertas bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang paling utama adalah akhlak, adab, dan kemauan untuk terus belajar,” imbuhnya.

Dalam suasana penuh haru, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada pihak sekolah dalam mendidik putra-putri mereka.

“Terima kasih atas amanah yang telah diberikan. Kami mohon maaf apabila selama proses pendidikan terdapat kekhilafan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Sekolah juga berpesan kepada para siswa agar tetap menjaga ibadah, akhlak, serta nama baik almamater di mana pun berada.

“Jaga salat lima waktu, jaga hafalan Al-Qur’an, dan jangan pernah takut meraih mimpi. Kalian pernah berhasil, maka kalian juga pasti mampu bangkit ketika jatuh,” harapnya.

Ia juga menambahkan pesan menyentuh kepada para orang tua agar tetap menjadi tempat pulang yang hangat bagi anak-anak.

“Di balik langkah mereka yang semakin jauh, tetaplah menjadi pelabuhan yang tenang. Sebab rumah adalah tempat doa paling sunyi yang tak pernah putus,” gumamnya.

Di akhir sambutan, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus doa untuk para siswa dan seluruh tenaga pendidik.

“Jika selama enam tahun ini ada kekurangan dari kami para guru, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang hebat, berakhlak mulia, dan membawa keberkahan,” tutupnya.

(Yuyi Rohmatunisa)