Ruwatan Ageng Bantul Jadi Ikhtiar Spiritual untuk Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

GERBANGPATRIOT.COM, ‎BANTUL – Suasana sakral menyelimuti Petilasan Sendangwangi, Gunung Plencing, Wukirsari, Imogiri, Bantul, saat Ruwatan Ageng digelar khidmat, mengundang perhatian masyarakat luas bersama tokoh.

Ritual budaya Jawa tersebut menjadi ikhtiar spiritual memohon penyucian manusia, alam, serta hubungan dengan Tuhan demi terciptanya keseimbangan energi kehidupan bersama.

Pengelola Petilasan Sendangwangi, KPH. Ir. Nurdiantoro Dharmaningrat, mengatakan, “Ruwatan Ageng menjadi doa bersama untuk Memayu Hayuning Bawono dan keselamatan semuanya.”

Menurutnya, Petilasan Sendangwangi merupakan peninggalan Sultan Agung Hanyokrokusumo yang memiliki nilai sejarah sekaligus spiritual sangat tinggi bagi masyarakat hingga sekarang ini.

Rangkaian acara diawali kirab para sukerta menuju lokasi ritual, kemudian dilanjutkan doa bersama sebagai pembuka seluruh prosesi penyucian budaya tradisional Jawa sakral.

Puncak kegiatan ditandai pagelaran wayang kulit Ruwatan Ageng oleh Ki Dalang Sepuh Margiwiyono dengan lakon sakral “Sudamala” membuang segala sukerta negatif.

KPH. Ir. Nurdiantoro Dharmaningrat menyerahkan simbol Batara Kala beserta sesaji kepada dalang sebagai bagian penting prosesi sebelum pertunjukan wayang dimulai bersama pejabat.

“Batara Kala menjadi simbol energi negatif yang harus disucikan agar kehidupan kembali selaras,” ujar KPH. Ir. Nurdiantoro Dharmaningrat kepada para peserta ritual.

Usai pementasan wayang, seluruh peserta melanjutkan prosesi menuju Cepuri Parangkusumo untuk memanjatkan doa sebelum sesaji dilarung ke Laut Selatan bersama khidmat penuh.

Prosesi labuhan dilakukan sebagai simbol membuang bahaya, kesialan, serta ketidakseimbangan energi agar masyarakat memperoleh keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan kehidupan bersama selamanya.

Sebanyak 62 peserta sukerta mengikuti prosesi ruwatan sebagai bentuk permohonan penyucian diri sekaligus doa keselamatan bagi bangsa Indonesia dan seluruh pemimpinnya.

Doa juga dipanjatkan bagi Presiden RI Prabowo Subianto melalui perwakilan Kementerian Pertahanan dan Dewan Pertahanan Nasional agar memperoleh kekuatan menjalankan amanah negara.

Deputi Bidang Geopolitik Dewan Pertahanan Nasional, Dr. Begi Hersutanto, S.H., M.A., turut menghadiri kegiatan bersama jajaran pejabat serta tokoh nasional lainnya.

Mantan Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn.) Muchdi PR juga hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai persatuan bangsa Indonesia.

Mantan Bupati Bantul Drs. H.M. Idham Samawi bersama Hj. Sri Suryawidati turut menghadiri acara dan menggemakan “Salam Pancasila” bersama seluruh peserta yang hadir.

“Kami ikut serta dalam ruwatan ini dan memohon keberkahan, keselamatan, serta kebaikan dari Allah SWT,” ujar Idham Samawi di sela kegiatan tersebut.

Melalui Ruwatan Ageng, masyarakat berharap budaya adiluhung Jawa tetap lestari sekaligus menghadirkan harmoni alam, keselamatan pemimpin, serta kesejahteraan bangsa Indonesia sepanjang masa.(ady)