FISIP UNMA Perkuat Pendidikan Anak di Desa Muruy Lewat Program Pengabdian Masyarakat

GERBANGPATRIOT.COM, PANDEGLANG – Puluhan anak berbaris rapi di halaman Madrasah Diniyah Awaliah atau MDA Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Di tangan mereka tergenggam tas sekolah baru, sementara para orang tua menyaksikan dengan wajah lega.

Bagi sebagian keluarga di desa, membeli tas, buku tulis, dan alat tulis masih menjadi beban. Kebutuhan sekolah sering harus menunggu setelah kebutuhan pokok rumah tangga terpenuhi.

Melihat kondisi tersebut, Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP Universitas Mathla’ul Anwar UNMA Banten menggelar Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Peduli Pendidikan di Pedesaan, Mencerdaskan Anak Bangsa”.

Bantu 100 Siswa MDA dan MI
Puluhan dosen dari FISIP, Fakultas Hukum FH, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FKIP UNMA bersama mahasiswa menyerahkan perlengkapan sekolah kepada sekitar 100 siswa MDA dan MI di Desa Muruy.

Kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan dan motivasi belajar agar anak-anak tetap percaya diri dan semangat menempuh pendidikan.

Ketua pelaksana yang juga Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNMA Ombi Romli, M.Si., mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus menjadi penyemangat bagi anak.

“Kami ingin anak-anak memiliki semangat untuk terus belajar dan berani bercita-cita. Bantuan ini memang sederhana, tetapi kami berharap dapat meringankan beban orang tua sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus bersekolah,” ujarnya.

Kampus Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Wakil Rektor II UNMA Banten Nur Aziz Hakim, S.H., M.M., M.Kn., menegaskan perguruan tinggi tidak cukup hanya menjalankan pendidikan dan penelitian.

“Perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan. Kampus harus hadir di tengah masyarakat, merasakan persoalan yang mereka hadapi, lalu menawarkan solusi nyata. Pendidikan adalah investasi terbesar bangsa. Karena itu, setiap anak, termasuk yang berada di pelosok desa, berhak memperoleh perhatian dan kesempatan yang sama,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi juga diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi
Dekan FISIP UNMA Said Ariyan, M.Si., menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami ingin memastikan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat adalah tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja sama sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan keluarga.

Ombi Romli berharap kegiatan serupa dapat dilakukan berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat agar manfaatnya dirasakan lebih luas.

Bagi anak-anak Muruy, bantuan yang diterima berupa tas, buku, dan alat tulis. Namun bagi para orang tua, kehadiran kampus di desa menjadi bukti bahwa pendidikan adalah ikhtiar bersama untuk membuka masa depan generasi berikutnya.(denni)