HMI Desak Persoalan Sampah Dituntaskan, Koruptor Dihukum dan Kasus Mandala Krida Diusut

GERBANGPATRIOT.COM, ‎JOGJA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta berjumlah 30 orang menggelar demonstrasi di pintu masuk Balai Kota Timoho, Selasa (28/7/2026), sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi tersebut membawa tuntutan utama agar Pemerintah Kota Yogyakarta segera menyelesaikan persoalan sampah yang dinilai semakin meresahkan kehidupan masyarakat sehari-hari secara menyeluruh.

Massa aksi menyampaikan kritik melalui orasi bergantian. “Persoalan sampah tidak boleh terus berlarut,” tegas seorang orator di hadapan peserta demonstrasi dan aparat. Selain isu sampah, HMI juga mendesak pengusutan serta pemberantasan dugaan praktik korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta tanpa pandang bulu dan tebang pilih. “Hukum dan adili koruptor,” teriak peserta aksi berulang kali. Mereka menilai penegakan hukum harus berjalan tegas, transparan, profesional, serta memberikan efek jera.

Para demonstran menegaskan korupsi merupakan penghambat pembangunan daerah sekaligus merugikan masyarakat karena menggerus anggaran yang seharusnya digunakan bagi kepentingan publik bersama. “Kami menuntut pemerintah tidak sekadar berjanji, tetapi bertindak nyata,” ujar peserta aksi saat menyampaikan aspirasi melalui pengeras suara di depan Balai Kota.

HMI juga meminta pemerintah bersama pihak berwenang mengusut tuntas persoalan yang berkaitan dengan Stadion Mandala Krida hingga seluruh pihak bertanggung jawab diproses hukum. Menurut massa aksi, Stadion Mandala Krida pernah menjadi salah satu stadion terbaik di Indonesia dan menjadi kebanggaan masyarakat Yogyakarta selama bertahun-tahun sebelum mengalami kemunduran. “Kami ingin Mandala Krida kembali berjaya,” seru peserta aksi. Mereka berharap stadion tersebut memperoleh perhatian serius melalui tata kelola yang bersih dan akuntabel.

Para demonstran menilai kondisi stadion yang terbengkalai tidak terlepas dari dugaan penyimpangan yang harus diusut hingga tuntas sesuai ketentuan hukum berlaku secara adil. “Rakyat berhak mengetahui kebenaran,” kata peserta aksi. Mereka meminta seluruh proses penyelidikan dilakukan terbuka agar kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin meningkat kembali.

Dalam aksi tersebut, massa juga membawa manifesto berisi kritik terhadap tata kelola pemerintahan, persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, serta dugaan maladministrasi yang perlu dibenahi bersama. “Kami hadir membawa suara masyarakat,” ujar salah seorang peserta. Menurutnya, perubahan hanya dapat terwujud apabila pemerintah benar-benar mendengarkan aspirasi rakyat secara terbuka.

Demonstrasi berlangsung dengan penyampaian orasi, pembentangan poster, serta penyampaian tuntutan secara bergantian di depan pintu masuk kompleks Balai Kota Timoho Yogyakarta. Peserta aksi berharap pemerintah segera merespons tuntutan mereka. “Jangan biarkan persoalan sampah dan korupsi terus membebani warga,” tegas salah seorang koordinator lapangan demonstrasi. HMI Cabang Yogyakarta menegaskan akan terus mengawal penyelesaian persoalan sampah, pemberantasan korupsi, serta pengusutan kasus Mandala Krida hingga menghasilkan langkah nyata bagi masyarakat.(waw)