PSM Sunshine Voice UMY Raih Tiga Gold Medaldi Malaysian Choral Eisteddfod 2026
GERBANGPATRIOT.COM, Yogyakarta – Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Sunshine Voice Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Sebanyak 40 delegasi yang terdiri atas 38 penyanyi, satu konduktor sekaligus pelatih, dan satu official berhasil meraih tiga _Gold Medal_ dalam ajang Malaysian Choral Eisteddfod International Choir Festival (MCE ICF) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19–23 Agustus 2026.
Tiga medali emas tersebut diraih melalui _Folk & Indigenous Music Category_ dengan nilai 88,43 dan menempati posisi ketiga, _Mixed Youth Category_ dengan nilai 87,20 dan meraih posisi kedua, serta _Equal Voices SA Category_ dengan nilai 89,05 sekaligus menjadi juara pertama pada kategori tersebut.
Tidak berhenti di tiga medali emas, PSM Sunshine Voice UMY juga berhasil melaju sebagai _Grand Prix Finalist._ Babak _Grand Prix_ sendiri merupakan puncak kompetisi MCE 2026 yang mempertemukan paduan suara terbaik dari para pemenang kategori.
Kepala Subdirektorat Minat, Bakat, dan Kepemimpinan UMY, Muhammad Muttaqien, S.I.Kom., M.Sn., menyampaikan rasa bangga atas capaian mahasiswa UMY yang tidak hanya membawa nama almamater, tetapi juga Indonesia di tingkat internasional.
“Alhamdulillah, sangat bangga dan bahagia. Adik-adik tidak hanya membawa nama UMY, tetapi juga negeri ini di ranah internasional melalui perpaduan suara yang harmonis dan mampu bersaing dengan paduan suara dari negara-negara lain,” ujarnya, Rabu (26/8).
Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menunjukkan komitmen UMY dalam memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat di luar bidang akademik. Saat ini, UMY menaungi 29 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan tiga lembaga mahasiswa sebagai wadah pengembangan potensi, salah satunya PSM Sunshine Voice.
“Mahasiswa tetap bisa berprestasi tanpa mengganggu akademiknya. Kampus berusaha memberikan dukungan semaksimal mungkin melalui pendampingan dan fasilitas, seperti subsidi pendanaan, perizinan, dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.
_Merawat Tradisi Prestasi Internasional_
Ketua Umum PSM Sunshine Voice UMY, Fajri Trias Fauzi Muhammad, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2022, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang telah dimulai sejak 2024.
Keinginan untuk kembali tampil dalam kompetisi internasional lahir dari semangat meneruskan tradisi prestasi yang sebelumnya telah ditorehkan generasi terdahulu. PSM Sunshine Voice UMY sebelumnya tercatat pernah mengikuti kompetisi internasional di Pattaya, Thailand, pada 2015 dan Taipei, Taiwan, pada 2018.
Namun, rencana untuk kembali berlaga di tingkat internasional tidak serta-merta dapat diwujudkan. Persoalan pendanaan, kesiapan sumber daya manusia, hingga penyesuaian jadwal kompetisi menjadi sejumlah tantangan yang harus dihadapi.
Setelah melalui berbagai persiapan, kesempatan tersebut akhirnya terwujud melalui MCE ICF 2026. Sebelumnya, Sunshine Voice UMY juga menggelar konser pra-kompetisi bertajuk Ayodhya Resonare pada Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju MCE.
“Capaian yang kami dapatkan sekarang sebenarnya merupakan hasil dari proses yang cukup panjang. Bukan hanya persiapan untuk kompetisinya, tetapi juga proses membangun tim, mempersiapkan anggota, mencari pendanaan, hingga memastikan seluruh aspek keberangkatan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Fajri.
_Latihan Intensif Selama Lebih dari Setahun_
Perjalanan menuju panggung internasional ditempa melalui latihan panjang. PSM Sunshine Voice UMY menjalani latihan intensif sejak Juni 2025. Latihan rutin berlangsung Senin hingga Jumat, mulai sekitar pukul 15.30 hingga 22.00 WIB. Pada waktu tertentu, latihan tambahan juga dilakukan pada hari Minggu.
Persiapan tidak hanya diarahkan pada kemampuan vokal dan musikalitas. Para anggota juga dibentuk untuk memiliki mental yang kuat, disiplin, ketahanan fisik, serta kekompakan sebagai sebuah tim.
“Karena kami akan tampil sebagai satu tim, setiap anggota harus memiliki rasa tanggung jawab yang sama terhadap keseluruhan penampilan,” tutur Fajri.
Tantangan terbesar muncul dari banyaknya anggota baru yang harus dibentuk dari dasar agar mampu mencapai standar kompetisi internasional. Proses latihan mencakup pembangunan teknik vokal, musikalitas, pemahaman materi, hingga kemampuan menyatukan karakter suara setiap anggota.
Di luar persoalan musikalitas, pendanaan menjadi tantangan lain yang harus diselesaikan. Membawa puluhan anggota ke kompetisi internasional membutuhkan biaya besar. Untuk mengatasinya, tim melakukan berbagai upaya, mulai dari fundraising, melibatkan alumni, hingga mencari dukungan dari berbagai pihak.
_Dari KLPAC hingga Dewan Filharmonik Petronas_
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi para anggota adalah kesempatan tampil di sejumlah panggung pertunjukan bergengsi di Kuala Lumpur, termasuk Kuala Lumpur Performing Arts Centre (KLPAC) dan Dewan Filharmonik Petronas.
MCE 2026 memang menggunakan sejumlah ruang pertunjukan di Kuala Lumpur, dan babak _Grand Prix_ digelar di Dewan Filharmonik Petronas pada 23 Agustus 2026.
Di balik kemegahan panggung, momen pengumuman hasil kompetisi menjadi salah satu bagian paling menegangkan. PSM Sunshine Voice UMY harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara yang membawa kualitas dan pengalaman masing-masing.
Ketegangan berubah menjadi kelegaan ketika nama PSM Sunshine Voice UMY diumumkan sebagai pemenang pada salah satu kategori.
“Ketika nama PSM Sunshine Voice UMY akhirnya disebut sebagai pemenang di salah satu kategori, tentu ada rasa lega, haru, bangga, sekaligus tidak percaya bahwa seluruh proses panjang yang kami jalani akhirnya membuahkan hasil,” kata Fajri.
_Target Berikutnya: Grand Prix Winner_
Tiga medali emas dan status _Grand Prix Finalist_ menjadi pencapaian yang disyukuri sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh. PSM Sunshine Voice UMY berkomitmen melanjutkan kiprahnya di kompetisi internasional dengan target prestasi yang lebih tinggi.
“Kalau sebelumnya kami berhasil menjadi _Grand Prix Finalist,_ target berikutnya tentu kami ingin bisa melangkah lebih jauh dan menjadi _Grand Prix Winner,_” ujar Fajri.
Ia juga mengajak mahasiswa UMY untuk tidak membatasi definisi prestasi hanya pada bidang akademik. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang melalui bidang yang sesuai dengan minat dan potensinya.
“Jangan takut untuk mencoba dan jangan merasa bahwa prestasi hanya bisa diraih melalui bidang akademik. Kalau memang memiliki passion dan kesempatan di bidang tertentu, beranilah untuk mengambil kesempatan tersebut,” pesannya.
Capaian PSM Sunshine Voice UMY di Kuala Lumpur diharapkan tidak berhenti sebagai deretan medali. Lebih dari itu, prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UMY lainnya untuk berani mengambil peluang, berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional, serta menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa dapat lahir dari berbagai bidang. (gla)
Sumber : Humas Umy

