Gunung Anak Krakatau Level III, HNSI Pandeglang Imbau Nelayan Jaga Jarak 3 Kilometer
GERBANGPATRIOT.COM, PANDEGLANG – Menyikapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III (Siaga), Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pandeglang, Dede Widarso, mengeluarkan imbauan kepada seluruh nelayan dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dede meminta nelayan yang masih beraktivitas di laut untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer demi menjaga keselamatan. “Saya Dede Widarso, Ketua HNSI Kabupaten Pandeglang, mengimbau kepada para nelayan yang masih beraktivitas di laut untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau sejauh radius tiga kilometer,” ujar Dede.
Ia juga mengingatkan para nelayan agar tetap berhati-hati selama menjalankan aktivitas di laut dan mengutamakan keselamatan. “Saya berharap para nelayan dalam menjalankan aktivitasnya tetap waspada, tetap menjaga diri, dan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau sejauh tiga kilometer,” lanjutnya.
Getaran Erupsi Terasa hingga Daratan
Dede mengatakan, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dalam dua hari terakhir mulai dirasakan hingga wilayah daratan, khususnya di sejumlah kawasan pesisir Pandeglang. “Gunung Anak Krakatau begitu aktif sampai Siaga III. Getarannya terasa ke rumah-rumah yang ada di wilayah Sidamukti, Panimbang, dan sepanjang pantai dari Carita sampai ke Sumur,” katanya.
Meski aktivitas vulkanik meningkat, Dede menyebut aktivitas masyarakat nelayan hingga kini masih berlangsung relatif normal. Sebagian nelayan masih berada di laut untuk mencari ikan. “Alhamdulillah masyarakat nelayan masih tetap aktif menjalankan aktivitasnya. Sebagian juga masih berada di laut dan mereka tidak terpengaruh. Mudah-mudahan nelayan tetap melaut dengan hasil yang melimpah dan pulang dalam keadaan selamat,” ucapnya.
Warga Pesisir Diimbau Gunakan Masker dan Kacamata
Tidak hanya nelayan, HNSI Pandeglang juga mengingatkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir untuk meningkatkan perlindungan diri, terutama jika terjadi paparan abu vulkanik.
Dede mengimbau warga menggunakan masker dan kacamata ketika melakukan aktivitas di luar rumah. “Untuk masyarakat yang berada di pinggir pantai, saya mengimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati. Apabila menjalankan aktivitas di luar, selalu menggunakan masker dan kacamata. Mari kita jaga kesehatan dan terus waspada,” tegasnya.
Dede juga meminta masyarakat tidak panik serta tetap mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan berdoa agar kondisi tetap aman serta seluruh nelayan dapat kembali ke rumah dengan selamat.
HNSI Terus Berkoordinasi dengan Aparat
HNSI Kabupaten Pandeglang, kata Dede, akan terus melakukan koordinasi dengan BPBD, BMKG, Polres Pandeglang, serta aparat dan instansi terkait guna memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Koordinasi tersebut juga dilakukan untuk memastikan informasi terbaru dapat segera diteruskan kepada para nelayan dan masyarakat pesisir.
Sementara itu, berdasarkan hasil koordinasi Polres Pandeglang dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran, arah sebaran abu vulkanik saat ini menuju ke barat.
Dalam koordinasi tersebut juga disampaikan bahwa potensi tsunami dinyatakan nihil.
Masyarakat tetap diimbau mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (Denni)

