Cor Proyek Sekolah Mengenai Empat Motor Warga, K3 di Rejowinangun Dipertanyakan

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, ‎JOGJA – Proyek pembangunan gedung sekolah di Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta, menuai sorotan setelah material cor diduga menyemprot rumah warga dan empat sepeda motor miliknya di lokasi.
‎
Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi perhatian karena aktivitas pengecoran berlangsung berdekatan dengan permukiman warga di sekitar area proyek pembangunan tersebut secara langsung.
‎
Pantauan jogjaoke.com Selasa (15/9/2026) di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja melakukan pengecoran beton menggunakan mesin pompa cor, sementara perlindungan terhadap lingkungan sekitar dinilai perlu diperketat menyeluruh oleh pelaksana.
‎
Risiko pekerjaan konstruksi meningkat ketika area proyek berbatasan langsung dengan rumah warga, terutama akibat percikan material, debu, kebisingan, serta potensi kerusakan properti warga sekitar.
‎
Insiden kemudian terjadi ketika bekisting diduga jebol saat pengecoran berlangsung, menyebabkan material semen menyembur keluar hingga mengenai halaman rumah warga setempat secara tiba-tiba.
‎
‎Akibat kejadian tersebut, genteng rumah terdampak material cor, sedangkan empat unit sepeda motor milik warga turut terkena semprotan semen basah dari proyek tersebut.
‎
Pemilik rumah, Rahmat Mustakim, mengaku kecewa karena aktivitas pengecoran tersebut diduga tidak diawasi secara maksimal sehingga material proyek masuk ke area rumahnya tanpa perlindungan.
‎
Rahmat menilai kejadian itu seharusnya dapat dicegah apabila pengawasan terhadap proses pengecoran dan perlindungan lingkungan sekitar dilakukan lebih serius oleh pelaksana proyek sejak awal.
‎
“Saya kecewa dan sangat menyayangkan kejadian ini,” ujar Rahmat saat menyampaikan keluhannya terkait material cor yang mengenai rumah serta kendaraan miliknya di halaman tersebut.
‎
Menurut Rahmat, halaman rumahnya dipenuhi percikan material, sementara empat sepeda motor miliknya terkena cor hingga tampak seperti patung akibat semen basah tersebut.
‎
“Halaman rumah dan empat sepeda motor mandi cor basah,” katanya, sembari meminta pertanggungjawaban pelaksana proyek maupun pihak terkait atas kerugian yang dialaminya hingga kini.
‎
Rahmat berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan kejadian tersebut diperiksa secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi penerapan K3 selama pekerjaan konstruksi berlangsung secara serius.
‎
“Kami sangat berharap Pemkot mengambil langkah tegas,” kata Rahmat, meminta investigasi terhadap proyek pembangunan gedung sekolah yang diduga kurang pengawasan selama pekerjaan berlangsung serius.
‎
Ia juga meminta aspek keselamatan lingkungan tidak diabaikan, mengingat pekerjaan konstruksi berlangsung sangat dekat dengan rumah dan kendaraan milik masyarakat sekitar proyek tersebut.
‎
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena proyek konstruksi tidak hanya menuntut keselamatan pekerja, tetapi juga perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar lokasi proyek tersebut.
‎
Dalam pekerjaan menggunakan pompa cor, pengamanan area menjadi penting untuk mengantisipasi material keluar dari zona proyek dan mengenai properti warga sekitar secara langsung. langsung
‎
Rahmat menegaskan dirinya membutuhkan kepastian penyelesaian atas kerusakan dan dampak yang dialami setelah material cor mengenai rumah serta kendaraan miliknya di halaman rumah.
‎
Laporan mengenai kejadian itu kemudian disampaikan kepada Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo untuk mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah kota setempat secara cepat lebih lanjut.
‎
Melalui pesan WhatsApp, Hasto merespons laporan tersebut dengan meminta Satuan Polisi Pamong Praja melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian proyek pembangunan tersebut segera.
‎
‎”Satpol saya minta cek lokasi,” ucap Hasto singkat melalui pesan WhatsApp, sementara Pemkot Yogyakarta belum menyampaikan keterangan resmi hingga berita ini diturunkan kepada publik.(waw)

Berita Terkait

RAPI DIY Gelar MUSDA VIII, Nurdiantoro Terpilih Aklamasi
KRL Solo-Yogyakarta Tertemper Orang, KAI Minta Masyarakat Patuhi Aturan Keselamatan
HUT ke-62 SDK Sang Timur, Antoro Apresiasi Peran Sekolah Cetak Generasi Berprestasi
Asparagus II Wakili DIY dalam Verifikasi Posyandu Nasional 2026
Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh
UMKM Naik Kelas, GKR Mangkubumi Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY
48 Kasus Keracunan MBG, Ribuan Siswa di DIY Terdampak
Zhong Qiu Jie 2026 di Yogyakarta, Perpaduan Budaya Tionghoa-Jawa Jadi Pesan Kebersamaan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 08:24 WIB

RAPI DIY Gelar MUSDA VIII, Nurdiantoro Terpilih Aklamasi

Minggu, 27 September 2026 - 08:15 WIB

KRL Solo-Yogyakarta Tertemper Orang, KAI Minta Masyarakat Patuhi Aturan Keselamatan

Minggu, 27 September 2026 - 08:03 WIB

HUT ke-62 SDK Sang Timur, Antoro Apresiasi Peran Sekolah Cetak Generasi Berprestasi

Minggu, 27 September 2026 - 07:55 WIB

Asparagus II Wakili DIY dalam Verifikasi Posyandu Nasional 2026

Minggu, 27 September 2026 - 07:32 WIB

Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh

Berita Terbaru