Densus 88 Ingatkan 70 Kepala Sekolah Gunungkidul soal Bahaya IRET

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, ‎Gunungkidul – Densus 88 Anti Teror Polri Satgaswil DIY memperkuat benteng pencegahan IRET melalui edukasi kepada puluhan kepala sekolah SMA dan SMK Gunungkidul secara langsung bersama.
‎
Kegiatan edukasi tersebut diikuti 70 kepala sekolah SMA dan SMK se Kabupaten Gunungkidul, bekerja sama dengan Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Gunungkidul secara intensif setempat.
‎
Langkah ini menempatkan sekolah sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan anak menghadapi berbagai pengaruh negatif dari lingkungan sosial dan ruang digital sehari-hari bersama anak.
‎
Kasatgaswil DIY Densus 88 menjelaskan perkembangan pencegahan terorisme Indonesia, termasuk penurunan angka penangkapan setelah pembubaran jaringan teror Jamaah Islamiyah yang sebelumnya aktif di Indonesia.
‎
Menurutnya, penurunan tersebut juga dipengaruhi sosialisasi pencegahan yang semakin masif serta meningkatnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran paham kekerasan di lingkungan sekitar secara konsisten.
‎
Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena anak berpotensi terpapar radikalisme, ekstremisme, intoleransi, terorisme, maupun berbagai paham kekerasan melalui ruang digital tanpa pendampingan yang memadai.
‎
Kasatgaswil DIY menyebut sekitar 800 anak teridentifikasi membutuhkan perhatian terkait paparan radikalisme dan kekerasan, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak dini secara bersama dan berkelanjutan.
‎
“Anak membutuhkan lingkungan yang aman, nyaman dan penuh perhatian,” jelas Kasatgaswil DIY dalam kegiatan edukasi bersama para kepala sekolah tersebut di Gunungkidul secara terbuka.
‎
Ia menegaskan, kebutuhan penerimaan yang tidak terpenuhi dapat membuat anak mencari ruang lain, termasuk lingkungan atau konten yang tidak tepat bagi mereka di ruang digital.
‎
“Faktor kerentanan anak antara lain bullying, kurang kasih sayang orang tua, paparan konten, kecanduan materi ekstrem, serta pencarian jati diri remaja,” jelasnya kepada peserta.
‎
“Karena itu, keluarga dan sekolah harus hadir bersama, membangun komunikasi terbuka agar anak mempunyai ruang aman untuk bercerita,” ujarnya kembali kepada peserta kegiatan.
‎
“Para kepala sekolah dibekali langkah sederhana, mulai komunikasi terbuka, meluangkan waktu bersama, hingga mendampingi penggunaan gadget dan media sosial anak secara bijak,” jelasnya langsung.
‎
“Sekolah juga diminta peka terhadap perubahan perilaku anak, sekaligus meningkatkan perhatian dan kasih sayang dalam keseharian,” pesan Kasatgaswil DIY kepada seluruh peserta secara bersama.
‎
Pendekatan pencegahan tersebut tidak semata mengandalkan pengawasan, tetapi menekankan hubungan kuat antara orang tua, guru, dan anak di rumah serta sekolah secara bersama bersama.
‎
Dengan hubungan yang kuat, anak diharapkan memiliki tempat aman untuk bercerita ketika menghadapi tekanan, masalah pergaulan, maupun paparan konten negatif dengan pendampingan harian bersama.
‎
“Jadikan keluarga sebagai tempat nyaman bagi anak, sebelum mereka menemukan tempat nyaman yang salah,” menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut bagi semua pihak terkait.
‎
Pesan itu menegaskan pencegahan tidak cukup dilakukan setelah anak terpapar, tetapi harus dimulai melalui keluarga dan sekolah yang hangat sejak awal secara konsisten ini.
‎
Para peserta terlihat antusias mengikuti edukasi, aktif berdiskusi, serta menyampaikan komitmen memperkuat peran sekolah mencegah IRET dan kekerasan terhadap anak secara bersama di sekolah.
‎
Densus 88 berharap sinergi dengan dunia pendidikan semakin kuat, sehingga pencegahan menyentuh keluarga, sekolah, dan masyarakat sejak tahap awal secara nyata dan berkelanjutan bersama.
‎
“Benteng pertama anak bukan sekadar aturan sekolah, melainkan perhatian, komunikasi, dan keteladanan orang dewasa yang hadir setiap hari,” tegasnya kepada seluruh peserta kegiatan tersebut.(waw)

Berita Terkait

RAPI DIY Gelar MUSDA VIII, Nurdiantoro Terpilih Aklamasi
KRL Solo-Yogyakarta Tertemper Orang, KAI Minta Masyarakat Patuhi Aturan Keselamatan
HUT ke-62 SDK Sang Timur, Antoro Apresiasi Peran Sekolah Cetak Generasi Berprestasi
Asparagus II Wakili DIY dalam Verifikasi Posyandu Nasional 2026
Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh
UMKM Naik Kelas, GKR Mangkubumi Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY
48 Kasus Keracunan MBG, Ribuan Siswa di DIY Terdampak
Zhong Qiu Jie 2026 di Yogyakarta, Perpaduan Budaya Tionghoa-Jawa Jadi Pesan Kebersamaan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 08:24 WIB

RAPI DIY Gelar MUSDA VIII, Nurdiantoro Terpilih Aklamasi

Minggu, 27 September 2026 - 08:15 WIB

KRL Solo-Yogyakarta Tertemper Orang, KAI Minta Masyarakat Patuhi Aturan Keselamatan

Minggu, 27 September 2026 - 08:03 WIB

HUT ke-62 SDK Sang Timur, Antoro Apresiasi Peran Sekolah Cetak Generasi Berprestasi

Minggu, 27 September 2026 - 07:55 WIB

Asparagus II Wakili DIY dalam Verifikasi Posyandu Nasional 2026

Minggu, 27 September 2026 - 07:32 WIB

Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh

Berita Terbaru