GERBANGPATRIOT.COM, SLEMAN – Derbi PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman memasuki babak baru setelah komitmen keamanan bersama ditegaskan pemerintah daerah dan kepolisian DIY secara terbuka hari ini.
Pertandingan dua klub kebanggaan DIY dijadwalkan berlangsung 10 Desember 2026 dan 20 Februari 2027 dalam kompetisi BRI Super League musim mendatang di DIY.
Kesepakatan menjaga keamanan itu lahir dalam pertemuan di Gedung Promoter Mapolda DIY, Rabu (16/9/2026), melibatkan berbagai unsur sepakbola dan pemerintahan daerah terkait setempat.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo hadir bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya untuk mengawal komitmen damai menjelang dua laga derbi tersebut bersama seluruh pihak.
Hasto mengapresiasi Polda DIY yang memfasilitasi pertemuan sekaligus mempertemukan suporter, manajemen klub, panitia penyelenggara, dan pemerintah daerah dalam kesepakatan bersama demi keamanan nyata.
“Terima kasih kepada Pak Kapolda, Kabid Humas dan direktur di Polda yang menginisiasi ini,” ujar Hasto Wardoyo dalam pertemuan tersebut bersama para pihak.
Hasto mengatakan dirinya sebelumnya telah berbicara dengan Harda Kiswaya mengenai kondisi sepakbola dan hubungan antarsuporter menjelang pertandingan kedua klub tersebut berlangsung aman nantinya.
“Sebelumnya saya ngobrol dengan Pak Bupati bahwa kita ingin bertemu dan bicara mengenai hal ini,” kata Hasto kepada awak media setelah pertemuan itu.
Menurut Hasto, kesepakatan yang ditandatangani menjadi pijakan penting karena seluruh unsur memiliki tanggung jawab menjaga pertandingan tetap aman, tertib, dan kondusif bersama hari.
“Ada kesepakatan yang dibacakan, ditandatangani, ada PKS-nya, semua sudah ada dari unsur suporter, unsur manajer, panitia penyelenggara,” jelasnya kepada wartawan usai pertemuan itu.
Hasto juga menyoroti kemungkinan perubahan lokasi apabila kondisi pada hari pertandingan tidak memungkinkan, sesuai mekanisme yang telah disepakati seluruh pihak bersama sebelumnya tersebut.
“Ada negosiasi pada hari H, misalkan situasi tidak memungkinkan harus dipindah tempat, itu semua tertuang dalam kesepakatan tadi,” ungkap Hasto kepada wartawan jelas.
Sementara Harda Kiswaya meminta kesepakatan tersebut tidak berhenti sebagai dokumen, melainkan benar-benar diwujudkan ketika pertandingan PSIM dan PSS berlangsung di lapangan nantinya mendatang.
“Mudah-mudahan agenda kali ini terwujud suasana pertandingan liga satu betul-betul bisa aman dan berprestasi,” kata Harda Kiswaya dalam kesempatan itu bersama di Yogyakarta.
Harda mengingatkan suporter bahwa rivalitas pertandingan tidak boleh menghapus persaudaraan sebagai sesama warga Yogyakarta yang menginginkan kedamaian dan keamanan bersama bagi semuanya bersama.
“Saya inginkan apa yang Anda tandatangani hari ini tulus dari hati yang murni, bahwasanya kita satu, kita Jogja, maka harus damai,” tegasnya kembali.
Ia meminta seluruh pihak menjalankan komitmen secara nyata, sementara kelompok suporter juga menyatakan kesiapan menjaga arus bawah tetap kondusif sepanjang musim kompetisi mendatang.
Ketua Mataram Independent Rendy Agung menegaskan pihaknya ingin membuktikan sepakbola dapat menjadi pemersatu bangsa melalui derbi yang aman, tertib, dan damai bersama DIY.(waw)















