GERBANGPATRIOT.COM, Yogyakarta — Wakil Wali Kota Yogyakarta melakukan pemantauan langsung di kawasan Alun-Alun Selatan (Alkid) Yogyakarta menyusul beredarnya video dan informasi terkait aktivitas wisatawan serta pelaku usaha di kawasan tersebut yang viral di media sosial.
Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi di lapangan sekaligus memastikan kawasan wisata tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan.
Wakil Wali Kota mengatakan, kedatangannya ke Alkid bukan untuk memperpanjang persoalan, melainkan memastikan informasi yang beredar telah mendapatkan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
“Saya hari ini ingin melihat situasinya, kondisinya seperti apa. Tadi juga sudah dilakukan klarifikasi dan beliau sudah menjelaskan seperti yang tadi disampaikan. Media juga sudah lengkap,” ujarnya.
Dalam penanganan persoalan tersebut, sejumlah unsur disebut telah melakukan koordinasi, antara lain Polresta Yogyakarta, Polsek, Koramil, dan pihak kecamatan.
Menurutnya, koordinasi lintas unsur diperlukan untuk menjaga ketertiban kawasan, terlebih Alun-Alun Selatan merupakan bagian dari kawasan yang memiliki nilai penting bagi Kota Yogyakarta.
Ia mengingatkan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan tersebut agar turut menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan wisatawan.
“Sebagai tuan rumah tentu harus memberikan yang terbaik. Jangan sampai wisatawan merasa terganggu,” katanya.
Wakil Wali Kota juga menyinggung status kawasan Alun-Alun Selatan yang merupakan bagian dari Kagungan Dalem Keraton Yogyakarta. Karena itu, keberadaan berbagai aktivitas masyarakat di kawasan tersebut perlu tetap memperhatikan ketentuan serta menjaga kondisi lingkungan.
Ia mengatakan masyarakat yang mencari penghidupan di kawasan Alkid juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan ketenteraman.
“Ini kan Kagungan Dalem, milik keraton. Justru makanya harus kita jaga. Kita sebagai masyarakat yang mencari penghidupan, mencari sandang pangan di sini, harapannya tetap harus selalu menjaga kebersihan, ketertiban, ketenteraman semuanya,” tuturnya.
Terkait keberadaan pelaku UMKM maupun pihak yang ingin membuat konten atau berjualan di kawasan Alkid, ia menjelaskan bahwa ruang untuk aktivitas usaha di lokasi tersebut sudah cukup padat dan terdapat paguyuban yang menaungi para pelaku usaha.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian agar aktivitas ekonomi tetap dapat berjalan tanpa mengganggu ketertiban dan kenyamanan kawasan wisata.
Wakil Wali Kota menegaskan, Pemerintah Kota Yogyakarta akan berupaya melakukan langkah antisipasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi, baik di Alun-Alun Selatan maupun kawasan lainnya.
“Ini tidak hanya berlaku di Alun-Alun Selatan saja, jadi semuanya akan kita kondisikan supaya tidak terjadi terulang di tempat-tempat yang lain juga,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyebarkan suatu persoalan ke media sosial sebelum informasi tersebut dikonfirmasi dan diperoleh kejelasannya.
Menurutnya, klarifikasi diperlukan agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Melihat sesuatu hal itu kan tidak boleh harus langsung diviralkan. Jadi semuanya harus dikonfirmasi, supaya semuanya jadi clear,” ujarnya.
Dalam pemantauan tersebut, pihaknya juga sempat menanyakan langsung kepada wisatawan mengenai kondisi dan pengalaman mereka selama berada di kawasan Alun-Alun Selatan. Dari keterangan yang diperoleh, wisatawan yang ditemui menyampaikan kondisi yang nyaman dan tidak menyampaikan keluhan.
Wakil Wali Kota berharap masyarakat, pelaku usaha, aparat, dan seluruh pihak terkait dapat bersama-sama menjaga suasana Yogyakarta agar tetap aman dan nyaman bagi wisatawan.
“Kita harapkan ke depan lebih baik semuanya. Kita harapkan Jogja tetap aman, nyaman,” pungkasnya. (Aga)















