Rupiah Melemah ke Rp17.864 per Dolar AS, Pakar UMY Soroti Kepercayaan Pasar

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dosen FEB UMY, Prof. Dr. Imamudin Yuliadi, S.E., M.Si

Foto dosen FEB UMY, Prof. Dr. Imamudin Yuliadi, S.E., M.Si

GERBANGPATRIOT.COM, Yogyakarta – Rupiah melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi Rp17.864 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (24/9/2026), dari Rp17.818. Pelemahan tersebut terjadi di tengah perhatian pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah setelah pergantian Menteri Keuangan serta penantian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22–23 September 2026.

Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026 menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pergantian tersebut membuat arah kebijakan fiskal menjadi salah satu perhatian pelaku pasar. Pemerintah kemudian menegaskan komitmen untuk menjaga keuangan negara dan stabilitas perekonomian.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Imamudin Yuliadi, S.E., M.Si., menilai kepercayaan pasar menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, pelemahan rupiah perlu dipahami sebagai respons pasar terhadap berbagai perkembangan ekonomi, baik dari faktor domestik maupun global.

Pergantian Menkeu Pengaruhi Persepsi Pasar

Imamudin menjelaskan, pergantian Menteri Keuangan dalam situasi yang dinilai tidak biasa dapat memunculkan spekulasi di kalangan pelaku pasar. Pelaku pasar akan membaca arah kebijakan ekonomi setelah pergantian tersebut sehingga muncul persepsi mengenai potensi risiko terhadap kondisi makroekonomi.

“Pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see dengan menahan aktivitas dan aliran dana sambil menunggu kepastian arah kebijakan pemerintah,” jelas Imamudin saat diwawancarai pada Kamis (24/9).

Ia mengatakan kondisi tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar dan berkontribusi terhadap pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, ia menegaskan bahwa pelemahan rupiah tidak hanya dipicu oleh pergantian Menteri Keuangan, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang memengaruhi perekonomian.

Menurut Imamudin, kepercayaan pasar atau market confidence merupakan persepsi pelaku pasar terhadap kondisi makroekonomi Indonesia, termasuk keyakinan investor terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Ketika muncul ketidakpastian terhadap arah kebijakan, kepercayaan pasar bisa menurun. Dampaknya, pasar menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan,” tuturnya.

Tekanan Global Ikut Pengaruhi Rupiah

Selain faktor internal, Imamudin menyebut kondisi ekonomi global juga ikut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Meningkatnya ketegangan geopolitik di Asia Barat, termasuk dinamika di kawasan Selat Hormuz, dinilai memicu ketidakpastian harga minyak dunia yang kemudian memengaruhi sentimen pelaku pasar internasional.

Tekanan tersebut menjadi salah satu perhatian pasar sepanjang September. Pada 21 September, ANTARA melaporkan rupiah melemah ke Rp17.847 per dolar AS, antara lain dipengaruhi ketegangan geopolitik di Asia Barat. Pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter Bank Indonesia melalui RDG yang berlangsung pada 22–23 September 2026.

Imamudin menjelaskan bahwa kombinasi faktor domestik dan eksternal membuat pasar menjadi lebih sensitif terhadap berbagai perkembangan ekonomi. Karena itu, pemerintah perlu merespons kondisi tersebut dengan memberikan kepastian kepada pelaku pasar.

Menurutnya, pemerintah perlu mengomunikasikan secara konsisten berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Kepastian investasi, pengendalian inflasi, kepastian hukum, pembenahan birokrasi, dan keberlanjutan program strategis pemerintah perlu disampaikan secara jelas agar pelaku pasar memiliki keyakinan terhadap arah kebijakan ekonomi.

Ia menambahkan, pemerintah juga perlu menyampaikan berbagai langkah yang telah dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi, seperti kinerja ekspor, upaya pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, komitmen penyelamatan aset negara, dan pemberantasan korupsi. Komunikasi mengenai langkah-langkah tersebut dapat membantu menjaga sentimen positif dan kepercayaan pasar.

“Informasi mengenai langkah-langkah strategis pemerintah perlu disampaikan agar pasar merasa lebih tenang dan memiliki keyakinan terhadap kondisi ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Pelemahan Rupiah Berdampak ke Masyarakat

Lebih lanjut, Imamudin mengatakan pelemahan rupiah dapat berdampak pada kenaikan harga barang impor yang kemudian mendorong inflasi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok, biaya produksi, daya beli masyarakat, hingga aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah membutuhkan kebijakan ekonomi yang konsisten sekaligus komunikasi yang mampu memberikan kepastian kepada dunia usaha dan investor.

Di akhir wawancara, Imamudin mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan literasi ekonomi agar tidak mudah terpengaruh spekulasi maupun informasi yang belum tentu benar mengenai kondisi rupiah.

Ia mendorong mahasiswa mempersiapkan diri menjadi pelaku ekonomi yang aktif, mampu membaca peluang usaha, serta memanfaatkan potensi pasar domestik yang masih sangat besar. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Ziarah Makam Sultan HB IX, UWM Perkuat Jati Diri dan Nilai Budaya
Pernyataan Prabowo soal Pakar Jadi Sorotan, Ini Analisis Pakar Komunikasi UMY
KH Asyhari Abdullah Tamrin Berpulang, Jejak Dakwah Ulama NU Dikenang
Pemda DIY Berikan Beasiswa Istimewa kepada 50 Mahasiswa UWM
Laporan BAM Disorot, Kuasa Hukum FN Pertanyakan Sinkronisasi Keterangan
Bangkit dari Vakum, Liga Seri A Sleman Jadi Panggung Talenta Muda
Balai Yasa Yogyakarta Keluar sebagai Juara, Korem 072 Pamungkas Tempati Posisi Kedua
Lurah Tahunan Ajak Warga Bangun Kebiasaan Belajar Anak Lewat JBM

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:40 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.864 per Dolar AS, Pakar UMY Soroti Kepercayaan Pasar

Kamis, 24 September 2026 - 11:31 WIB

Ziarah Makam Sultan HB IX, UWM Perkuat Jati Diri dan Nilai Budaya

Kamis, 24 September 2026 - 11:02 WIB

Pernyataan Prabowo soal Pakar Jadi Sorotan, Ini Analisis Pakar Komunikasi UMY

Kamis, 24 September 2026 - 10:42 WIB

KH Asyhari Abdullah Tamrin Berpulang, Jejak Dakwah Ulama NU Dikenang

Kamis, 24 September 2026 - 10:36 WIB

Pemda DIY Berikan Beasiswa Istimewa kepada 50 Mahasiswa UWM

Berita Terbaru