GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Lurah Tahunan Fatwa Fathika mendorong penguatan Jam Belajar Masyarakat sebagai gerakan bersama membangun kebiasaan positif anak-anak di lingkungan warga.
Menurut Fatwa, JBM bukan sekadar
kegiatan tambahan belajar, tetapi menjadi ruang membentuk perilaku dan lingkungan positif bagi anak usia sekolah.
“Target utama kami membentuk lingkungan dan perilaku kebiasaan belajar pada anak-anak usia sekolah di lingkup Kelurahan Tahunan,” ujar Fatwa.
Ia mengatakan JBM diharapkan mampu membangun kedisiplinan anak sekaligus mengarahkan waktu mereka pada aktivitas yang memberikan manfaat bagi perkembangan pendidikan.
“JBM tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk sikap sosial dan kebiasaan positif anak sehari-hari,” katanya.
Fatwa menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar JBM tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan bersama.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sehingga anak-anak terbiasa memiliki waktu khusus untuk belajar,” ungkapnya.
Pelaksanaan JBM Tahunan mendapat antusiasme warga dengan jumlah peserta mencapai 94 anak yang mengikuti kegiatan belajar secara rutin.
Fatwa mengatakan jumlah peserta tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan sekaligus perhatian masyarakat terhadap kegiatan pendidikan berbasis lingkungan.
“Antusiasme anak-anak cukup baik. Ini menjadi modal bagi kami untuk terus memperkuat pelaksanaan JBM,” ujarnya.
Kegiatan JBM berlangsung Senin hingga Kamis, pukul 19.30 sampai 20.30 WIB, dengan pendampingan guru yang membantu proses belajar anak-anak.
Menurut Fatwa, pendampingan tersebut penting agar kegiatan belajar berjalan terarah sekaligus memberikan suasana berbeda dibandingkan pembelajaran formal di sekolah.
“Anak-anak membutuhkan ruang belajar yang nyaman, terarah dan dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang ikut menyediakan dukungan bagi kelancaran kegiatan JBM, termasuk para donatur yang memberikan bantuan sarana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang sudah ikut peduli terhadap kegiatan JBM Tahunan,” tutur Fatwa.
Menurutnya, bantuan dari donatur menjadi bentuk kepedulian nyata yang langsung dirasakan anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar masyarakat.
“Terima kasih atas perhatian dan dukungannya. Bantuan ini sangat berarti untuk menunjang kegiatan belajar anak-anak,” katanya.
Fatwa berharap kepedulian tersebut terus berkembang sehingga kebutuhan sarana belajar JBM dapat dipenuhi melalui semangat gotong royong masyarakat.
“Kami berharap dukungan seperti ini terus berlanjut. JBM membutuhkan kolaborasi agar kegiatannya semakin kuat,” ungkap Fatwa.
Ia menegaskan kelurahan terbuka terhadap berbagai bentuk dukungan selama diarahkan untuk kepentingan pendidikan dan perkembangan anak-anak Tahunan.
“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang baik dan dukungan dari semua pihak,” tegasnya.
Susanto Peduli Pendidikan
Dukungan terhadap JBM Tahunan kemudian datang melalui perhatian Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro.
Susanto menyerahkan 30 buah bantuan meja belajar lipat kepada pengurus JBM Tahunan untuk mendukung kenyamanan anak-anak selama mengikuti kegiatan belajar.
“Bantuan ini bagian dari gerakan pendidikan berbasis kedermawanan sosial dan semangat gotong royong,” kata Susanto, Rabu (23/9/2026).
Ia mengatakan kebutuhan sarana pendidikan harus diinventarisasi secara aktif agar berbagai persoalan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
“Para tenaga pendidik harus aktif menginventarisasi kebutuhan. Apa pun kekurangan dan kebutuhan sekolah harus segera disampaikan,” ujar Susanto.
Susanto menilai meja dan kursi menjadi fasilitas sederhana yang tetap penting dalam menciptakan kegiatan belajar mengajar yang nyaman dan optimal.
“Sebab, bagaimana kita bisa menciptakan KBM yang optimal kalau sarana pendidikannya masih sangat terbatas,” tegasnya.
Ia berharap bantuan meja belajar tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sekaligus memperkuat semangat anak-anak mengikuti JBM secara rutin.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan semakin membuat anak-anak bersemangat belajar,” ujar Susanto.
Susanto menegaskan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, orang tua dan sektor swasta.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus mendorong sinergi untuk kepentingan anak-anak,” pungkasnya.(waw)















