GERBANGPATRIOT.COM, Pandeglang – Pengurus Kelompok Kerja Wartawan (Pokja Wartawan) Pandeglang memberikan pelatihan jurnalistik tingkat dasar kepada 70 siswa SMP Negeri 3 Pandeglang. Kegiatan digelar di aula SMPN 3 Pandeglang, Rabu (4/11/2026).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pelajar tentang dunia jurnalistik, mulai dari proses pembuatan berita media cetak hingga elektronik.
Ketua Porwan Pandeglang, Tb. Agus Jamaludin, yang menjadi pemateri, membagikan ilmu tentang teknik dasar penulisan berita, teknik wawancara, hingga produksi video berita televisi.
Menurut Agus, pemahaman jurnalistik penting ditanamkan sejak dini agar siswa memahami dinamika dalam penulisan sebuah berita.
“Dengan adanya pelatihan dasar ini, kami ingin siswa memahami bagaimana dunia jurnalistik. Kami tentu tidak bisa selamanya menjadi jurnalis. Kami ingin generasi kami nanti menjadi jurnalis yang kompeten,” kata Agus.
Dalam pelatihan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan menjadi jurnalis. Mereka dilatih membuat naskah berita, melakukan wawancara dengan narasumber, hingga pengambilan video berita.
“Pelatihan kali ini kami tidak hanya memberikan materi saja, tetapi para siswa juga langsung mempraktikkan bagaimana menjadi seorang jurnalis. Baik itu membuat naskah berita ataupun cara pengambilan video,” ujarnya.
Agus juga berharap, melalui pelatihan ini siswa mampu membedakan berita yang layak dikonsumsi dengan berita yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya atau mengandung kabar bohong (hoaks).
“Semoga pelatihan ini bisa memberikan manfaat yang baik bagi para siswa, khususnya mereka yang berminat menjadi seorang jurnalis,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Pandeglang, Ading Suhendi, mengapresiasi Porwan Pandeglang yang telah memberikan pelatihan dasar jurnalistik kepada anak didiknya.
Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut, karena antusiasme siswa menjadi bukti bahwa mereka ingin mengetahui lebih dalam tentang dunia jurnalistik.
“Adanya pelatihan ini, siswa akan belajar dan mengenal dunia jurnalistik. Selama ini, siswa hanya membaca sebuah berita, akan tetapi belum tahu bagaimana cara penyajian berita itu,” pungkasnya.
Antusiasme juga dirasakan peserta. Salah satu peserta, Akila, mengaku pelatihan ini penting di tengah pesatnya arus informasi di era digital.
“Kita dikasih pemaparan yang sangat mantap yang tidak diketahui secara umum,” singkatnya.(dni)















