Dorong Kritis Berpikir dan Berinovasi, UWM Ajak Siswa SMAN Imogiri Manfaatkan Teknologi dalam Penelitian

Kamis, 5 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM,  Bantul — Prodi Teknologi Pangan UWM menggandeng SMA Negeri 1 Imogiri memperkuat budaya riset siswa melalui inisiatif baru Titik Kumpul Saintek 2026.
‎
‎Program tersebut berlangsung Selasa (3/11/2026), mengangkat potensi agrowisata dan ekokreatif sebagai sumber pembelajaran sains serta teknologi yang dekat dengan kehidupan siswa setempat.
‎
‎Kepala SMA Negeri 1 Imogiri, Sumaryoto, S.Pd., M.Pd., menyambut program tersebut sebagai ruang pengembangan minat penelitian dan kreativitas peserta didik di sekolah.
‎
‎Ketua Riset, Dr. Masrukan, M.Sc., menjelaskan pengalaman penelitian langsung yang sangat penting untuk membangun kemampuan berpikir ilmiah sejak jenjang pendidikan menengah formal.
‎
‎“Program ini dirancang meningkatkan minat, partisipasi, dan kapasitas berpikir ilmiah siswa melalui pengalaman langsung riset teknologi pangan berbasis potensi lokal,” ujar Masrukan.
‎
‎Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat jalur pengembangan talenta sains dan teknologi yang menghubungkan pendidikan menengah dengan perguruan tinggi secara berkelanjutan lintas jenjang.
‎
‎“Kami ingin budaya ilmiah tumbuh di sekolah, sehingga siswa terbiasa bertanya, menguji gagasan, dan menyusun kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan,” tegas Masrukan langsung.
‎
‎Menurutnya, pembiasaan riset dapat menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya generasi muda kritis, kreatif, serta siap mengembangkan sains dan teknologi bagi masyarakat luas.
‎
‎Materi kegiatan turut mengenalkan pangan fungsional melalui diversifikasi olahan singkong, salah satunya cilok yang diperkaya daun kelor sebagai bahan fortifikasi pangan lokal.
‎
‎Pemateri Eman Darmawan, S.TP., M.P., menjelaskan pemanfaatan bahan pangan lokal dapat membuka peluang inovasi produk sekaligus memperluas wawasan kewirausahaan bagi para siswa.
‎
‎“Singkong dan daun kelor bisa menjadi bahan pengembangan produk pangan menarik, sekaligus mengajak siswa memahami potensi sumber daya di sekitarnya,” ujar Eman.
‎
‎Siswa juga diperkenalkan pada tahapan formulasi pangan, mulai pemilihan bahan, pencampuran komposisi, hingga pengamatan karakteristik produk yang dihasilkan melalui percobaan sederhana terarah.
‎
‎Eman menekankan pentingnya analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengevaluasi karakteristik serta mutu produk secara terukur dalam proses pengembangan pangan fungsional berbasis lokal.
‎
‎“Melalui praktik ini, siswa belajar bahwa inovasi pangan tidak cukup sekadar kreatif, tetapi juga perlu diuji dengan pendekatan ilmiah terukur,” lanjut Eman.
‎
‎Pendekatan kontekstual tersebut diharapkan membuat pembelajaran lebih bermakna, sekaligus mendorong siswa mengembangkan gagasan berdasarkan persoalan dan potensi lingkungan sekitar masing-masing siswa secara langsung.
‎
‎“Klub sains dan mini riset kolaboratif dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengamati, bereksperimen, menganalisis, lalu merumuskan solusi nyata bersama,” tutur Eman.
‎
Melalui kegiatan itu, sekolah didorong membangun lingkungan belajar yang memberi kesempatan peserta didik terlibat aktif dalam proses penelitian sederhana bersama dosen perguruan tinggi.
‎
Program Titik Kumpul Saintek 2026 mendapat dukungan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi melalui Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan
‎Teknologi nasional secara luas.
‎
Dukungan tersebut berasal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebagai bagian upaya memperluas pemanfaatan sains serta teknologi di tengah masyarakat luas.(waw)

Berita Terkait

Pererat Sinergi Kampus dan Kepolisian, UMY Gelar Fun Football Bersama Polres Bantul
Olah TKP Kecelakaan Kereta di Gamping Sleman, Polisi Selidiki Identitas Pria yang Tewas Dini Hari
UMY Masuk 15 Besar Universitas Terbaik di Indonesia dan naik 8 peringkat di QS Asia University Rankings 2027
UMY Melesat 162 Peringkat di QS Asia University Rankings 2027, Catat Kenaikan tertinggi ke-5 di Asia
Tanggapi Insiden Pelecehan Foto Wapres, Pimpinan DPRD Buka Suara dan Beri Clarifikasi
Perkuat Perlindungan Hukum Masyarakat, Pemkab Sleman Optimalkan Layanan BAHU TEMAN
Polemik Kawat Berduri di Yogyakarta, Pemda DIY Dorong Evaluasi Menyeluruh Prosedur Pengamanan
Minta Penegakan Hukum dan Etika Bernegara, Element DIY Dorong DPR Buka Ruang Pembahasan Pemakzulan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:26 WIB

Pererat Sinergi Kampus dan Kepolisian, UMY Gelar Fun Football Bersama Polres Bantul

Kamis, 5 November 2026 - 10:59 WIB

Dorong Kritis Berpikir dan Berinovasi, UWM Ajak Siswa SMAN Imogiri Manfaatkan Teknologi dalam Penelitian

Kamis, 5 November 2026 - 10:54 WIB

Olah TKP Kecelakaan Kereta di Gamping Sleman, Polisi Selidiki Identitas Pria yang Tewas Dini Hari

Kamis, 5 November 2026 - 08:27 WIB

UMY Melesat 162 Peringkat di QS Asia University Rankings 2027, Catat Kenaikan tertinggi ke-5 di Asia

Rabu, 4 November 2026 - 19:17 WIB

Tanggapi Insiden Pelecehan Foto Wapres, Pimpinan DPRD Buka Suara dan Beri Clarifikasi

Berita Terbaru