6 Pejabat Esselon II Mengambil Sumpah Jabatan, Ini Pesan Walikota Bekasi

GERBANGPATRIOT.COM – KOTA BEKASI, Walikota Bekasi, Rahmat  Effendi mengambil sumpah jabatan 6 pejabat esselon II lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Hadir juga mendampingi Walikota Bekasi dalam pengambilan sumpah tersebut Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati.

Adapun ke 6 pejabat esselon II yang dilantik yakni Hudi Wijayanto menjabat sebagai Asisten Pemerintahan Kota Bekasi, Nadih Arifin menjabat Asisten Administrasi Umum Kota Bekasi, Ahmad Yani menjabat Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Sudarsono menjabat sebagai Staf Wali Kota Bekasi Bidang Ekonomi dan Kemasyarakatan, Inayatullah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, dan Abi Hurairah menjadi Kepala Satuan Pamong Praja Kota Bekasi.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi dalam arahannya kepada ke 6 pejabat esselon II agar amanat yang diberikan kepada pejabat yang baru dilantik untuk benar-benar memegang teguh diamanahkan tugas dan tanggung jawab yang baru.

“Saya beri waktu 6 bulan, lakukan upaya-upaya dalam tupoksi bekerja, dan jangan menunggu segera lakukan upayanya, untuk saudari Sekda agar persiapkan stafnya dalam kualifikasi dalam alur kerja, agar di berikan sesuai pendidikannya, semua terformat alur proses kinerja yang lain,” tegas pria yang akrab disapa Pepen ini di Pendopo Walikota Bekasi, Selasa (28/5) malam.

Kedua, kata Pepen, para pejabat pasti paham tentang tugas pokok dan fungsi. Dirinya pun menyakini karena sudah lakukan proses berpuluhan tahun untuk target organisasi, saat tujuan tersebut dan tupoksi paham akan memudahkan porses pemahaman kinerja masing-masing jabatan. Ketiga, lanjut Pepen, poin 1 dan 2 akan ada target tertentu bukan hanya renstra dan renja tapi target kinerja dari sebuah alur proses kerja yang akan di lakukan, ini berlaku untuk OPD semua di Pemkot Bekasi, bisa dibilang sebagai alurnya berputar seolah beliung itu tidak bisa keluar dari putaran tersebut, harus bisa keluar dari putaran tersebut.

“Hari ini kita dapat raih Opini WTP ke 4, dengan catatan hanya Kota Bekasi di putuskan dengan beberapa kali rapat, bahwa patut mendapatkan Opini WTP, oleh karena itu, bukan karna persoalan di inspektorat, persoalan sistem regulasi attitude dan kepatutannya, untuk kedepannya kita harus lebih giat lagi mempertahankan opini WTP tersebut,” ujarnya.

Berpikir cerdas, tidak text book, yang akhirnya adalah think out of the box” tambahnya.(Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *