Antisipasi Pembatasan Sosial, Fraksi PKS Usulkan Pemkot Bekasi Gelontorkan 150 Milyar untuk Sembako dan BLT

GERBANGPATRIOT.COM – Kota Bekasi, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD kota Bekasi, Syaifudin mendorong Pemkot Bekasi melalui TAPD menambahkan anggaran sebesar 150 miliyar untuk bantuan sosial kepada masyarakat berupa bantuan tunai dan sembako bagi warga terdampak pandemi COVID-19 selama masa pembatasan sosial.

Syaifudin yang juga anggota Fraksi PKS menegaskan untuk membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 perlu tindaklanjut dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) me-refoccusing APBD tahun 2020.

“Menindaklanjuti instruksi Mendagri nomor 1 tahun 2020 dan PP 12 tahun 2019, Wali Kota Bekasi juga sudah mengeluarkan instruksi Wali Kota nomor 903/407/Bappelitbangda yang memerintahkan kepada seluruh jajaran OPD berkoordinasi dengan TAPD untuk me-refoccusing APBD tahun 2020 dalam rangka membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ujarnya, Senin (6/4/2020) siang.

Maka, kata Syaifudin, Badan Anggaran DPRD kota Bekasi perlu memberikan masukan dan rekomendasi kepada TAPD untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat saat ini.

Syaifudin menambahkan, Fraksi PKS menyetujui untuk mengusulkan kepada TAPD agar melakukan realokasi APBD atau perubahan APBD dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan penambahan anggaran untuk penanggulangan COVID-19 sebesar 448 milyar.

Penambahan anggaran 448 milyar ini bisa dialokasikan antara lain 248 milyar untuk bidang kesehatan yaitu untuk pemenuhan kebutuhan APD tenaga kesehatan, penambahan insentif dan ekstra fooding bagi para tenaga medis dan non medis.

Adapun sebesar 150 Milyar dialokasikan untuk bidang sosial dalam bentuk sembako dan uang tunai sebesar 500 ribu rupiah untuk setiap rumah tangga yang terdampak wabah covid 19, serta 50 milyar dialokasikan untuk bidang ekonomi yang difokuskan untuk mendukung para pelaku UMKM.

“Kita harus sadari bahwa pandemi Covid-19 ini menimbulkan dampak yang luar biasa. Selain tentunya dampak kesehatan masyarakat, juga dampak sosial ekonomi yang cukup berat, khususnya kepada masyarakat miskin dan ekonomi kecil.

Untuk itu perlu perhatian serius dari pemerintah kota dalam rangka melaksanakan pencegahan COVID-19 dengan Sosial Distancing, WFH dan pembatasan wilayah yang tentu akan menimbulkan efek sosial ekonomi yang drastis,” sambungnya.

Semoga dengan usulan FPKS untuk penambahan anggaran 248 M bagi kesehatan, 150 miliyar untuk bantuan sembako dan Bantuan Langsunh Tunai (BLT), serta 50 Milyar untuk ekonomi dan pelaku UMKM akan membantu kehidupan sosial warga Kota Bekasi yang ikut terdampak.

Saat ini beberapa elemen dan tokoh masyarakat, mulai dari RT/RW, DKM, PNS hingga Anggota DPRD, turut serta memberikan kepeduliannya kepada masyarakat dengan bahu membahu membantu pencegahan COVID-19 dengan membagikan masker, handsanitizer, penyemprotan desinfektan juga dengan pembagian sembako.

Namun mengantisipasi masa pandemi yang kemungkinan cukup panjang, untuk menjaga dan membantu masyarakat terdampak sangat ditunggu peran dan kontribusi pemerintah kota Bekasi secara langsung. (Advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *