Apresiasi Bulog dan Satgas Pangan Legislator PKS Minta Hukum Berat Mafia Beras

Kamis, 16 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM – Jakarta,  Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso bersama Satgas Pangan Polda Banten menangkap 7 tersangka yang melakukan tindak pidana perlindungan konsumen dan persaingan dagang yang melakukan penyimpangan/kecurangan distribusi beras Bulog di wilayah hukum Polda Banten.

Modus para pelaku tersebut adalah membeli beras medium milik Bulog seharga Rp.8300/kg lalu mengoplos serta mengganti kemasannya untuk dijual menjadi beras premium seharga Rp.12.000/kg. Aksi yang dilakukan oleh Perum Bulog bersama dengan Satgas Pangan mendapatkan apresiasi dari anggota komisi IV DPR RI dari fraksi PKS drh Slamet.

Ia mengaku sangat senang dengan gebrakan yang dilakukan kedua instansi tersebut harapannya para mafia ini dapat segera mendapatkan hukuman agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kita ingin para mafia ini dikenakan hukuman yang berat mengingat mereka sudah dengan sengaja merugikan negara serta konsumen untuk kepentingan pribadi,” tegas Slamet di Jakarta, Rabu (15/2/2023)

Politisi senior PKS ini juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk menyelidiki dan menyeret aktor penyandang dana para pelaku culas tersebut karena selama ini pemberantasan kartel pangan belum banyak menyentuh hingga ke penyandang dana baik secara individu maupun korporasi.

“Kita sangat bersyukur dengan terbongkarnya sindikat pengoplos beras ini namun penegak hukum perlu terus memburu siapa dibalik praktik-praktik curang sepertii ini, tangkap lalu penjarakan,” tegasnya.

Kemudian Slamet juga meminta agar aksi Bulog dan Satgas Pangan juga dilakukan secara serentak karena praktik seperti ini sangat mungkin terjadi di berbagai daerah.

Sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog bersama dengan Satgas Pangan Polda Banten telah menangkap pelaku pengoplosan beras Bulog yang disinyalir merupakan para pelaku mafia beras. Aksi ini merupakan buntut dari kecurigaan beberapa stakeholder pangan yang melihat harga beras yang terus mengalami kenaikan padahal Bulog sudah melakukan aksi pasar untuk menstabilkan harga beras, namun kegiatan tersebut justru dimanfaatkan oleh para pelaku untuk mendapatkan beras murah yang kemudian dioplos lalu dijual kembali dengan harga yang cukup tinggi. (*)

Berita Terkait

KPK Buka Lagi Peluang Periksa Muhammad Suryo, Setelah Lima Bulan Mangkir
Buku The Art of Heroic Leadership Diluncurkan, Tawarkan Perspektif Baru Kepemimpinan di Era Kompleksitas
Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka
Abah Anton Charliyan Pimpin Tim Masda Jabar Silaturahmi ke BIN
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
Pemprov Lampung Dukung Pameran Kayu Ara, Rawat Pengetahuan dan Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang
Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas, Helikopter Dauphin Dikerahkan
Tsaqib Rilis “Maju Satu Satu”, Lagu tentang Berani Menghadapi Hidup di Tengah Ketidakpastian

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:06 WIB

KPK Buka Lagi Peluang Periksa Muhammad Suryo, Setelah Lima Bulan Mangkir

Senin, 14 September 2026 - 08:06 WIB

Buku The Art of Heroic Leadership Diluncurkan, Tawarkan Perspektif Baru Kepemimpinan di Era Kompleksitas

Minggu, 13 September 2026 - 09:52 WIB

Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka

Sabtu, 12 September 2026 - 09:28 WIB

Abah Anton Charliyan Pimpin Tim Masda Jabar Silaturahmi ke BIN

Sabtu, 12 September 2026 - 09:21 WIB

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Berita Terbaru