Kendalikan Harga Pangan, Mendagri Dorong Pemda Optimalkan Dana Dekonsentrasi

Senin, 13 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM – Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) mengoptimalkan alokasi dana dekonsentrasi untuk mengendalikan harga pangan. Dana ini, lanjut Mendagri, diberikan kepada semua provinsi untuk melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) terutama dalam mengendalikan inflasi.

“Di sini, tertinggi adalah dari Papua Barat yang bisa menggunakan anggarannya dengan cukup tinggi,” kata Mendagri pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (13/11/2023).

Mendagri memaparkan beberapa daerah dengan tingkat penyaluran dana dekonsentrasi yang rendah. Mereka di antaranya Kalimantan Selatan 0,29 persen, Banten 0,28 persen, Nusa Tenggara Timur 0,28 persen, Kalimantan Barat 0,27 persen, Riau 0,18 persen, Kalimantan Timur 0,17 persen, Kalimantan Tengah 0,16 persen, dan DKI Jakarta 0,14 persen. Mendagri juga menegaskan dari Rp142 miliar dana dekonsentrasi, hanya sekitar Rp57,21 miliar atau 40,04 persen yang baru terpakai.

“Jadi daerah-daerah ini tolong dilihat kenapa bisa tidak digunakan dengan maksimal, padahal sudah tinggal satu bulan lagi, ini sudah November, sayang kalau tidak dimanfaatkan,” tegasnya.

Mendagri menambahkan, berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) ada 4 komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni beras, cabai, gula, dan jagung pipil. Guna mengendalikan harga beras, dia menerangkan, pemerintah telah menyalurkan beras melalui program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP). Berdasarkan data Bulog, realisasi penyaluran beras SPHP hingga 11 November 2023 sebanyak 922.543 ton.

Sementara untuk mengendalikan harga cabai, pemerintah telah meminta kepala daerah untuk menggalakkan gerakan tanam cabai di masyarakat dengan menggunakan polybag. Sementara untuk mengendalikan harga gula, pemerintahan pusat telah merealisasikan impor gula. “Realisasi importasi yang belum mencapai target, baru 22 persen dan juga kenaikan harga internasional, ada langkah-langkah yang dilakukan oleh Bapanas bekerja sama dengan stakeholder lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, penyaluran dana dekonsentrasi akan sangat bermanfaat untuk GPM. Dengan adanya GPM, kata dia, masyarakat bisa memperoleh bahan pangan yang murah di tengah kenaikan harga saat ini.

“Kami mengimbau sekali lagi untuk segera merealisasikan dan melaksanakan GPM di wilayahnya masing-masing sehingga dua bulan ini mohon dioptimalkan, ” tandasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

The KIM’5 Resmi Hadir, Perkenalkan Single Perdana “Kamu”
Mendagri Dorong Pemda Terdampak Karhutla Segera Gunakan Bantuan Anggaran Penanganan
Mendagri Paparkan Capaian Kinerja Kemendagri hingga September 2026
Wamendagri Ribka Haluk Siap Kawal Pengalihan Tata Kelola PPPK Guru ke Pemerintah Pusat
Mendagri Dukung Forum Reguler Negara Tetangga Perkuat Kerja Sama Perbatasan
Wamendagri Bima Arya Dorong Tata Kelola Pembangunan Daerah Berbasis Iklim
Kuota Tak Hangus, Kemkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Hak Pelanggan
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Komitmen Pemkot Magelang Tangani TB

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:16 WIB

The KIM’5 Resmi Hadir, Perkenalkan Single Perdana “Kamu”

Kamis, 17 September 2026 - 07:49 WIB

Mendagri Dorong Pemda Terdampak Karhutla Segera Gunakan Bantuan Anggaran Penanganan

Rabu, 16 September 2026 - 18:12 WIB

Mendagri Paparkan Capaian Kinerja Kemendagri hingga September 2026

Rabu, 16 September 2026 - 16:35 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Siap Kawal Pengalihan Tata Kelola PPPK Guru ke Pemerintah Pusat

Rabu, 16 September 2026 - 15:20 WIB

Mendagri Dukung Forum Reguler Negara Tetangga Perkuat Kerja Sama Perbatasan

Berita Terbaru