BI–MES–KDEKS Perkuat Ekonomi Syariah DIY Lewat FGD Kolaboratif ‎

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Bank Indonesia DIY, MES DIY, dan KDEKS DIY menggelar FGD strategis bertema “Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah DIY: Refleksi 2025 dan Arah Strategi Kolaboratif 2026”.
‎
‎Acara dua hari ini diikuti lebih dari 70 peserta dari akademisi, pemerintah, lembaga keuangan, pelaku industri halal, hingga komunitas UMKM.
‎
‎“Kami ingin memperkuat ekosistem syariah DIY melalui kolaborasi lintas lembaga dan inovasi berbasis ekosistem,” tegas Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo.
‎
‎Ia menambahkan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan arah dan menyusun roadmap bersama menuju tahun 2026.
‎
‎Selain itu, Sri Darmadi menekankan bahwa persaingan global dalam ekonomi syariah semakin ketat.
‎
‎“Negara-negara dunia berlomba memimpin industri halal. Indonesia tidak boleh hanya mengikuti, tetapi wajib memimpin,” ujarnya.
‎
‎Ia menilai DIY memiliki posisi strategis sebagai pusat pelajar dan cendekiawan sehingga berpotensi kuat menjadi laboratorium inovasi ekonomi syariah nasional.
‎
‎Bahkan, ia mencontohkan aplikasi Gandeng Gendong sebagai inovasi digital ZISWAF yang kini direplikasi berbagai daerah.
‎
‎Selanjutnya, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menyatakan bahwa Indonesia kini berada di peringkat ketiga ekosistem ekonomi syariah global.
‎
‎“Kita sedang menapaki visi menjadi Pusat Industri Halal Dunia dan menargetkan posisi pertama pada 2029,” tegasnya.
‎
‎Menurutnya, akselerasi masif ini menunjukkan kontribusi ekonomi syariah terhadap pembangunan nasional semakin signifikan dan perlu diperkuat melalui harmonisasi kebijakan daerah.
‎
‎Pada hari pertama, forum juga menghadirkan dua narasumber nasional, yaitu Yono Haryono dari BI dan Dr. Dece Kurniadi dari KNEKS.
‎
‎Keduanya menegaskan pentingnya integrasi data, penguatan rantai pasok halal, optimalisasi pesantren, serta sinergi regional untuk memperkokoh posisi Indonesia di kancah global.
‎
‎“Kolaborasi terorkestrasi menjadi kunci utama,” ujar Wakil Ketua Umum MES DIY, Priyonggo Suseno.
‎
‎Ia memastikan MES DIY siap menjadi penghubung strategis bagi seluruh institusi untuk memastikan program eksyar di DIY semakin terukur dan berdampak nyata.

(waw)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru