Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta menggelar Malam Berbagi Jogja di Fortuna Suites Malioboro Yogyakarta, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penggalangan dana untuk membantu warga yang membutuhkan, khususnya melalui program bedah rumah dan bantuan pendidikan.

Malam Berbagi Jogja dihadiri sekitar 460 orang dari 500 undangan yang disebarkan. Para tamu berasal dari berbagai kalangan, termasuk pengusaha dan aparatur sipil negara (ASN). Dari kegiatan tersebut, donasi yang terkumpul mencapai Rp909 juta.

Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. Abd. Samik, mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk membantu program bedah rumah serta kebutuhan pendidikan warga.

“Alhamdulillah acara malam ini sukses. Kita berterima kasih kepada Pak Walikota, kemudian kepada para dermawan, baik dari kalangan usahawan maupun ASN,” ujar Abd. Samik setelah acara.

BAZNAS Kota Yogyakarta menargetkan 52 rumah mendapatkan program bedah rumah hingga akhir 2026. Dengan donasi yang terkumpul, target tersebut diyakini dapat terlampaui karena masih terdapat waktu sekitar tiga bulan untuk melanjutkan penggalangan dana.

Selain bedah rumah, BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap warga yang mengalami kesulitan biaya pendidikan. Abd. Samik mengatakan persoalan pendidikan menjadi perhatian karena sebagian anak dari keluarga kurang mampu bahkan terancam putus sekolah.

Sementara itu, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Malam Berbagi Jogja menjadi bentuk nyata semangat gotong royong yang menjadi bagian dari karakter Kota Yogyakarta.

“Yogyakarta itu otentiknya adalah gotong royong. Gotong royong di hari jadi Kota Yogyakarta harus konkret. Maka konkretnya itu dirasakan oleh warga masyarakat,” kata Hasto.

Hasto mengatakan Pemkot Yogyakarta menargetkan 50 rumah dapat diselesaikan melalui dukungan BAZNAS dalam tiga bulan ke depan. Target tersebut menjadi bagian dari upaya menyelesaikan 200 rumah hingga akhir tahun tanpa menggunakan APBD maupun APBN.

Menurut Hasto, masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak huni tetapi kesulitan mendapatkan bantuan melalui anggaran pemerintah karena terkendala persyaratan, salah satunya kepemilikan sertifikat. Di sisi lain, kondisi ekonomi membuat sebagian warga tidak mampu memperbaiki rumah secara mandiri.

“Dia untuk makan saja sudah pas-pasan. Sehingga hidup bertahun-tahun itu sampai akhir hayat pun tidak punya harapan dan tidak punya mimpi bisa membangun rumahnya,” ujar Hasto.

Program tersebut, lanjut Hasto, bukan dampak langsung dari berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat. Ia menjelaskan, bantuan melalui BAZNAS menyasar warga yang tidak dapat memenuhi persyaratan untuk memperoleh pembangunan rumah melalui anggaran pemerintah.

Selain rumah, Pemkot Yogyakarta dan BAZNAS juga menyiapkan bantuan pendidikan. Hasto menyebut sudah terdapat 45 orang yang terdata secara by name by address untuk mendapatkan bantuan.

Secara keseluruhan, terdapat 269 pengajuan pentasyarufan. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 pengajuan berkaitan dengan kebutuhan pendidikan, sementara sisanya berkaitan dengan program bedah rumah.

Bantuan pendidikan akan disesuaikan dengan kebutuhan penerima, mulai dari tunggakan SPP, kebutuhan mengambil rapor hingga biaya pendidikan di perguruan tinggi.

Melalui Malam Berbagi Jogja, Pemkot Yogyakarta dan BAZNAS berharap bantuan yang terkumpul dapat segera disalurkan kepada masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak pihak ikut bergotong royong membantu warga yang membutuhkan. (Aga)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus
UMY Corner Diresmikan di SMAN 1 Sedayu, Buka Peluang Kemitraan Lebih Luas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru