JAFF Market 2025 Powered by Amar Bank Resmi Dibuka sebagai Pusat Pertemuan Industri Film dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Gelaran JAFF Market 2025 Powered by Amar Bank resmi dibuka sebagai ruang temu terbesar industri film dan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Kami ingin mendekatkan solusi finansial dengan para pelaku kreatif,” ujar Rosalinda Hoesin, Head Amar Bank, menegaskan peran perbankan digital dalam memperkuat fondasi ekosistem.

‎Kolaborasi ini disebut bukan sekadar dukungan layanan, tetapi upaya memahami kebutuhan industri secara langsung.

‎Dengan ambisi besar, JAFF Market 2025 menghadirkan lebih dari 1500 akreditasi dan 114 exhibitor.

‎Selain itu, tamu internasional dari berbagai negara Asia Pasifik turut berpartisipasi memperluas jangkauan kolaborasi lintas sektor.

‎“Ini momentum yang membuktikan Indonesia siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif kawasan,” kata Linda Gozali, Market Director JAFF Market.

‎Tahun ini, JAFF Market berhasil menggaet 10 proyek film Asia Pasifik, termasuk dua proyek dari Australia melalui kemitraan dengan Adelaide Film Festival (AFF).

‎Tak hanya itu, terdapat 10 IP Indonesia terpilih dari gim, komik, konten digital, animasi, hingga literatur yang dipertemukan dengan mitra potensial di JAFF Content Market.

‎“Kami mencari karya dengan nilai pasar kuat dan visi global,” tegas Linda.

‎Paralel dengan proyek film dan IP, 22 talenta baru mendapatkan pembinaan langsung lewat Talent Day, sementara 176 film diputar di Market Screening.

‎Selain itu, 6 proyek dalam Indonesia–France Film Lab x MTN Lab mengokohkan diplomasi kebudayaan melalui produksi bersama.

‎“Industri film butuh jaringan kuat untuk terus hidup dan berkembang,” ujar sineas senior Garin Nugroho.

‎Amar Bank menegaskan dukungan bisnis melalui solusi digital Amar Bank Bisnis yang menyasar pelaku UMKM kreatif.

‎Platform ini memudahkan pengelolaan keuangan yang terukur dan transparan.

‎“Jejak finansial yang kuat membuka akses pendanaan berikutnya,” jelas Rosalinda.

‎Kehadiran sektor finansial ini diharapkan mempercepat lahirnya karya-karya Indonesia yang siap menembus pasar internasional.(waw)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru