PMII DIY Resmi Dilantik, Meneguhkan Arah Kaderisasi dan Gerakan Eko-Sosial

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, YOGYAKARTA || Resepsi Pelantikan dan Sarasehan Pengurus Cabang PC PMII DIY periode 2025–2026 berlangsung khidmat pada Sabtu (14 Februari 2026), di Convention Hall Lantai 2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Agenda ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan penegasan arah gerakan mahasiswa Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta: menjadi poros kaderisasi dan katalisator gerakan eko-sosial.

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Mabincab PC PMII DIY, Mochamad Sodik, Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Abdur Rozaki, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, Ketua IKA PMII DIY, Ahmad Anfasul Marom, serta Ketua Bidang Kaderisasi PB PMII, Acep Jamaluddin yang sekaligus melantik kepengurusan baru.

Melalui keterangan Humas Sekretariat PC PMII DIY, Senin (16/2), Mochamad Sodik selaku Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII DI menekankan bahwa, tema pelantikan mencerminkan keberanian membaca zaman. Menurutnya, demokrasi tidak boleh direduksi menjadi prosedur lima tahunan, melainkan harus menjadi instrumen keadilan yang menjangkau rakyat kecil.

Ia juga menyoroti pentingnya perspektif ekokrasi—kesadaran bahwa persoalan lingkungan selalu bersinggungan dengan dimensi sosial dan keberpihakan.

“PMII, perlu hadir sebagai kekuatan etis yang menjaga kualitas demokrasi sekaligus merawat keberlanjutan ekologis,” tegasnya.

Sementara itu, Abdur Rozaki, Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga DIY mengingatkan bahwa, kampus adalah rahim gagasan. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki tanggung jawab historis sebagai ruang tumbuhnya tradisi intelektual dan kaderisasi gerakan. Karena itu, PC PMII DIY tidak boleh membatasi diri hanya pada satu institusi, melainkan harus memperluas jangkauan kaderisasi ke berbagai kampus di DIY agar energi intelektual tetap menyala dan terhubung dengan realitas sosial.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Acep Jamaluddin, Ketua Bidang PB PMII DIY yang menilai, PMII DIY memiliki posisi strategis dalam peta nasional. Sejarah panjang cabang ini telah membentuk tradisi gagasan dan gerakan yang berpengaruh. Penggunaan istilah “katalisator” dalam pelantikan dinilainya tepat, sebab DIY kerap menjadi ruang percepatan lahirnya ide-ide baru dan model kaderisasi yang progresif.

Dalam orasi perdananya sebagai Ketua Cabang PMII DIY, Muh Faisal menegaskan bahwa, PMII di Bumi Mataram tidak boleh tercerabut dari akarnya. Organisasi ini lahir dari pesantren, tumbuh di kampus, dan mengabdi pada masyarakat—tiga ruang yang harus terus dijaga sebagai fondasi nilai, intelektualitas, dan keberpihakan sosial.

Ia menegaskan bahwa, visi sebagai poros kaderisasi dan katalisator eko-sosial bukan sekadar jargon. Di tengah krisis lingkungan dan ketimpangan struktural, PMII harus menjelma menjadi kekuatan moral-intelektual yang membela kaum mustadafin serta memperjuangkan keadilan ekologis.

“Pelantikan ini bukan garis akhir. Ini adalah garis awal. Ini adalah janji yang harus kita tunaikan kepada para pendahulu, kepada masyarakat dan kepada diri kita sendiri,” tegasnya.

Momentum pelantikan ini menjadi titik tolak konsolidasi gerakan. Dengan kaderisasi sebagai jantung organisasi, PC PMII DIY berkomitmen menajamkan nalar kritis, memperluas jejaring sosial, dan mempertegas keberpihakan pada kelompok yang terpinggirkan oleh ketimpangan ekonomi maupun krisis ekologis.

Dari ruang pelantikan itu, sebuah tekad kolektif diteguhkan: bahwa PMII DIY bukan sekadar struktur kepengurusan, melainkan ruang pertumbuhan kesadaran. Ia adalah ikhtiar panjang untuk merawat intelektualitas, keberanian moral, dan harapan akan perubahan sosial yang lebih adil dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru