UMY dan UIN Walisongo Gelar Edukasi Literasi Keuangan Syariah di Bantul

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Bantul – Upaya mengatasi maraknya pinjaman online (pinjol) serta praktik riba terus dilakukan melalui penguatan literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.
‎
Edukasi tersebut digelar dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Gedung PCM Jambidan, Banguntapan, Bantul, Minggu (15/3/2026).
‎
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan UIN Walisongo Semarang.
‎
Sebanyak 30 peserta dari pengurus dan anggota Pengurus Cabang Aisyiyah Banguntapan Selatan mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
‎
Hadir sebagai narasumber Ani Yunita, SH., MH., dosen UMY; Riska Wijayanti, SH., MH., dosen UIN Walisongo Semarang; serta Dr. Drs. Suprihandono, MM., Kepala BMT Banguntapan.
‎
Para pemateri menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang sistem keuangan syariah sebagai langkah pencegahan terhadap praktik riba dan jebakan pinjol.
‎
Ani Yunita menilai rendahnya literasi keuangan masih menjadi salah satu penyebab masyarakat mudah terjebak tawaran pinjaman instan.
‎
“Banyak masyarakat yang terjebak pinjaman online karena kurang memahami sistem keuangan dan risiko yang menyertainya. Karena itu, literasi keuangan syariah perlu terus diperkuat agar masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan,” ujarnya.
‎
Sementara itu, Riska Wijayanti menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami berbagai jenis transaksi yang sesuai dengan prinsip syariah.
‎
“Dalam keuangan syariah terdapat berbagai akad seperti murabahah, mudharabah, musyarakah hingga ijarah yang dapat menjadi alternatif transaksi yang halal dan aman,” jelasnya.
‎
Senada dengan itu, Suprihandono menambahkan bahwa lembaga keuangan syariah dapat menjadi solusi bagi masyarakat.
‎
“Kami mengajak masyarakat lebih selektif dan berhati-hati dalam melakukan transaksi agar tidak terjerat praktik riba maupun pinjaman yang merugikan,” katanya. (waw)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru