UWM dan Dinas P3AP2KB Sleman Teken Kerja Sama Pencegahan Kekerasan di Kampus

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Sleman – Universitas Widya Mataram (UWM) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman resmi menandatangani perjanjian kerja sama pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
‎
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Kantor Dinas P3AP2KB Sleman, Senin (16/3).
‎
Perjanjian kerja sama itu ditandatangani oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama, Humas, dan Kebudayaan UWM, Dr. Roni Sulistyanto Luhukay, S.H., M.H., bersama Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, dr. Novita Krisnaeni, M.P.H.
‎
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pencegahan serta penanganan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan kampus.
‎
Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, dr. Novita Krisnaeni menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda.
‎
“Perguruan tinggi merupakan tempat bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, kampus harus menjadi ruang yang aman dan terbebas dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
‎
Ia berharap kerja sama ini mampu memperkuat langkah pencegahan sekaligus memastikan adanya mekanisme penanganan kasus yang lebih terkoordinasi jika terjadi kekerasan di lingkungan kampus.
‎
“Harapan kami, kerja sama ini dapat memberikan perlindungan serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan,” kata Novita.
‎
‎Selain UWM, sejumlah perguruan tinggi swasta di Kabupaten Sleman juga terlibat dalam kerja sama tersebut, di antaranya Universitas Islam Indonesia, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, serta Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
‎
Melalui kolaborasi lintas kampus ini, pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Sleman diharapkan dapat bersinergi dalam program edukasi, sosialisasi, penguatan kebijakan kampus, hingga pendampingan bagi korban, guna menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih aman, inklusif, dan berpihak pada perlindungan mahasiswa. (waw)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru