Lonjakan Harga Tiket Transportasi Saat Mudik Lebaran, Dampak Penerapan Dynamic Pricing

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Lonjakan harga tiket transportasi saat musim mudik Lebaran kembali menuai sorotan publik.
‎
Fenomena ini disebut dipicu oleh penerapan sistem dynamic pricing, yakni mekanisme penentuan harga yang mengikuti tingkat permintaan, waktu pemesanan, hingga kapasitas layanan.
‎
Kenaikan harga yang terjadi secara tiba-tiba kerap memicu keluhan masyarakat yang ingin pulang kampung.
‎
Dosen Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Antonius Satria Hadi, Ph.D., menjelaskan bahwa sistem ini lazim digunakan oleh maskapai hingga platform transportasi daring.
‎
“Harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung kapan dipesan dan seberapa banyak kursi yang sudah terisi,” ujarnya.
‎
Ia menegaskan, lonjakan harga saat mudik merupakan konsekuensi dari meningkatnya permintaan.
‎
“Ketika permintaan meningkat tajam seperti saat arus mudik Lebaran, harga biasanya ikut naik karena perusahaan menyesuaikan dengan lonjakan permintaan,” katanya.
‎
Menurutnya, fenomena ini merupakan mekanisme pasar yang secara ekonomi dinilai wajar.
‎
Lebih lanjut, ia menyebut arus mudik sebagai salah satu mobilitas manusia terbesar di Indonesia setiap tahun.
‎
“Jutaan orang melakukan perjalanan ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga, sehingga permintaan transportasi meningkat signifikan,” jelasnya.
‎
Namun demikian, ia mengakui bahwa bagi masyarakat Indonesia, mudik bukan sekadar perjalanan biasa.
‎
‎“Bagi masyarakat Indonesia, mudik memiliki makna emosional yang kuat. Karena itu kenaikan harga transportasi yang tajam sering dianggap menjadi hambatan untuk pulang kampung,” ungkapnya.
‎
Ia menambahkan, pemerintah diharapkan tetap hadir menjaga keseimbangan, melalui kebijakan seperti tarif batas atas, penambahan armada, hingga program mudik gratis.
‎
“Masyarakat juga sebaiknya merencanakan perjalanan lebih awal agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya. (waw)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru