Menteri Keuangan Tinjau Pasar Beringharjo, Soroti Ketahanan Ekonomi Tradisional di Yogyakarta

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, YOGYAKARTA — Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan kunjungan kerja ke Teras Malioboro 1 dan Pasar Beringharjo pada Selasa (17/3). Kunjungan tersebut turut didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, serta Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memantau langsung kondisi ekonomi riil di daerah, khususnya sektor perdagangan tradisional yang dinilai masih menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Dalam peninjauan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa aktivitas pasar tradisional di Yogyakarta masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Ia menyebut tingginya aktivitas di Pasar Beringharjo sebagai indikator bahwa perputaran ekonomi masyarakat tetap berjalan.

“Kami ingin memastikan apakah benar pasar tradisional mengalami penurunan signifikan. Namun, yang kami lihat di sini justru masih ramai, dengan omzet yang tinggi dan terus meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan akses permodalan bagi pedagang kecil. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan telah memberikan kontribusi positif dalam menjaga keberlangsungan usaha mikro dan kecil di pasar tradisional.

Selain itu, Purbaya menilai harga barang di Yogyakarta relatif lebih kompetitif dibandingkan kota besar lainnya, sehingga berpotensi mendorong daya tarik konsumsi domestik, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Meski demikian, pemerintah daerah memberikan gambaran yang lebih berimbang terkait kondisi di lapangan. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung pasar belum sepenuhnya pulih seperti sebelum periode perlambatan ekonomi beberapa tahun terakhir.

“Jika dibandingkan dengan tiga tahun lalu, jumlah pengunjung memang mengalami penurunan dan belum kembali ke kondisi sebelumnya,” jelas Hasto.

Ia juga menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai beralih ke platform digital sebagai salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas pasar tradisional. Selain itu, tekanan terhadap daya beli masyarakat akibat inflasi turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

Hasto menyebut inflasi di DIY berada di kisaran 4,9 persen, sementara Kota Yogyakarta mencapai sekitar 5,19 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak langsung terhadap kemampuan belanja masyarakat.

“Ketika inflasi meningkat, daya beli otomatis menurun. Ini menjadi tantangan yang harus kita kelola bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan stabilitas pasokan bahan pokok tetap terjaga. Komoditas strategis seperti beras, cabai, dan bawang merah terus dipantau guna menghindari lonjakan harga yang signifikan menjelang Lebaran.

Kunjungan Menteri Keuangan ini juga menjadi momentum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Yogyakarta juga mulai melakukan penataan kawasan Malioboro dengan membatasi akses kendaraan besar ke area inti. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal.

Secara keseluruhan, dinamika yang terjadi di pasar tradisional Yogyakarta mencerminkan kondisi ekonomi nasional yang tengah berada dalam fase pemulihan. Pemerintah menilai, meski tantangan masih ada, arah perbaikan ekonomi menunjukkan tren yang positif. (Aga)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru