Perkelahian Bersenjata Tajam di Pakualaman, Polisi Ungkap Dipicu Konflik Internal Geng

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Beredar video berdurasi 34 detik yang memperlihatkan aksi perkelahian menggunakan senjata tajam di Jalan Ki Mangunsarkoro, tepatnya di depan SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, Kemantren Pakualaman, Rabu dini hari (25/03/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
‎
Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka bacok serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
‎
Peristiwa ini pun langsung mengundang perhatian warga dan aparat kepolisian.
‎Kapolsekta Pakualaman, AKP Margono, mengungkapkan bahwa bentrokan tersebut diduga dipicu oleh konflik internal dalam geng sekolah bernama “Vascal”.
‎
“Dugaan sementara, ini dipicu perselisihan internal terkait prosedur pengunduran diri anggota,” ujarnya.
‎
Ia menegaskan bahwa kejadian ini bukan aksi kekerasan acak di jalanan.
‎
Peristiwa bermula dari laporan pihak rumah sakit yang menerima pasien dengan dugaan korban kecelakaan lalu lintas.
‎
Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan luka sayatan akibat senjata tajam pada tubuh korban.
‎
“Setelah dicek oleh tim medis dan polisi, ternyata luka tersebut bukan akibat kecelakaan, melainkan karena senjata tajam,” jelasnya.
‎
Korban berinisial APK (18), warga Brontokusuman, Mergangsan, mengalami luka bacok pada pundak kiri, kedua lengan, serta jempol tangan kanan dan sempat dirawat di RSUD Wirosaban.
‎
Sementara korban RAS (17), warga Depok, Sleman, mengalami luka serius pada bagian dada kiri hingga menembus paru-paru.
‎
“Korban RAS sempat dirawat di RS Pratama sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bethesda karena kondisinya cukup parah,” ungkap Margono.
‎
Berdasarkan keterangan korban, peristiwa ini merupakan pertemuan yang telah direncanakan atau dikenal dengan istilah “fighter”.
‎
“Ini bukan klitih, tapi memang sudah janjian untuk bentrok sebagai bagian dari aturan internal kelompok,” katanya.
‎
Diketahui, korban berniat keluar dari geng, namun diwajibkan menjalani bentrokan sebagai bentuk ‘pembuktian’.
‎
Dalam kejadian itu, kelompok korban kalah jumlah dari pihak lawan yang datang menggunakan tujuh sepeda motor.
‎
Polisi juga mengamankan dua bilah senjata tajam jenis celurit.
‎
“Kasus ini kami limpahkan ke Satreskrim Polresta Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut,” tegasnya.
‎
Polisi pun mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam geng dan aksi kekerasan jalanan. (waw)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru