GKR Mangkubumi Usulkan Reaktivasi Jalur Kereta Yogya–Bantul, Warga Soroti Tantangan

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Bantul – Putri Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, bicara soal peluang rute kereta api hingga Kabupaten Bantul. Ia ingin agar rute kereta ke Bantul dikembalikan seperti dulu.
‎
‎”Kita kembalikan kalau bisa, ya keretanya sampai ke (Kabupaten) Bantul sana,” kata Mangkubumi usai bertemu dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, di Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (8/4).
‎
‎Sejumlah warga menilai gagasan tersebut tidak lagi relevan dengan kebutuhan transportasi saat ini.
‎
‎“Sudahlah, Ndoro Putri, sudah. Menghidupkan kembali jalur itu bukan solusi,” ujar seorang warga, menegaskan penolakannya.
‎
‎Kritik utama muncul dari sisi teknis dan dampak lalu lintas. Warga mempertanyakan kesiapan infrastruktur jika jalur kereta diaktifkan kembali.
‎
‎“Kereta api butuh jalur prioritas, sementara jalur Yogya–Bantul sudah padat. Berapa banyak pintu palang yang harus dibangun?” katanya.
‎
‎Ia juga menyinggung potensi kemacetan yang bisa semakin parah setiap kali kereta melintas.
‎
‎Selain itu, kebutuhan anggaran dinilai akan sangat besar. Mulai dari pembangunan jalur, pengadaan fasilitas pendukung, hingga biaya operasional seperti petugas penjaga palang.
‎
‎“Kalau mau bikin monorail untuk menghindari macet, butuh berapa triliun? Jangan sampai membebani tanpa manfaat jelas,” ujarnya.
‎
‎Di sisi lain, warga menilai mobilitas masyarakat sudah cukup teratasi secara mandiri. Kepemilikan kendaraan pribadi yang tinggi serta kehadiran layanan ojek online menjadi solusi alternatif yang dinilai efektif.
‎
‎“Hampir tiap keluarga sudah punya kendaraan. Jarak 25 kilometer bukan lagi persoalan besar,” ucapnya.
‎
‎Sebagai solusi, warga justru mendorong penguatan transportasi berbasis bus seperti TransJogja. Menurut mereka, moda ini lebih fleksibel dan mampu menjangkau berbagai wilayah.
‎
‎“Daripada kereta api, lebih baik tambah armada dan trayek bus. Itu lebih sesuai kebutuhan warga sekarang,” tuturnya.(waw)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru