Sembilan Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta Mulai Pembelajaran April 2026

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Sebanyak sembilan Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta kembali memulai aktivitas pembelajaran pada April 2026.
‎
Program ini kembali digulirkan setelah sebelumnya dikukuhkan pada Februari lalu, sebagai upaya menjaga kualitas hidup warga lanjut usia agar tetap sehat, aktif, dan produktif.
‎
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam menghadapi dinamika demografi.
‎
Lansia di Kota Yogyakarta didorong tidak hanya berumur panjang, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang baik.
‎
“Harapannya lansia tidak hanya panjang umur, tapi juga berkualitas. Tetap sehat, mandiri, aktif, dan merasa berdaya,” ujar Kepala Bidang terkait.
‎
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta mencatat pada 2026 ini terdapat total 11 Sekolah Lansia yang dikelola. Seluruh program tersebut didanai melalui APBD Kota Yogyakarta.
‎
“Yang kami danai ada 11, terdiri dari 9 Sekolah Lansia Standar 1 yang baru di 2026, kemudian masing-masing satu untuk Standar 2 dan Standar 3,” jelas Herristanti.
‎
Menurutnya, keberadaan Sekolah Lansia merupakan langkah konkret dalam merespons tingginya angka harapan hidup di Kota Yogyakarta yang mencapai 75,4 tahun.
‎
Kondisi ini dinilai sebagai tantangan sekaligus peluang dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis keluarga. “Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita semua,” tegasnya.
‎
Pemkot Yogyakarta pun memiliki visi jangka panjang agar program Sekolah Lansia dapat hadir di seluruh 45 kelurahan.
‎
Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama sehingga perlu adanya kolaborasi lintas sektor.
‎
“Ke depan perlu dilakukan melalui skema gotong royong dengan perguruan tinggi, swasta, maupun masyarakat,” ungkap Herristanti.
‎
Ia juga mengingatkan agar pihak yang ingin mereplikasi program ini tetap menjaga kualitas dan kurikulum yang telah ditetapkan.
‎
DP3AP2KB sendiri telah menggandeng akademisi dari berbagai kampus serta praktisi kesehatan.
‎
“Jangan hanya branding, tapi substansinya berbeda. Karena ini sudah ada kurikulumnya dan tahapan yang jelas,” pungkasnya.(WAW)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru