BPBD Sleman Catat Sejumlah Titik Longsor Akibat Hujan dan Angin Kencang

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Longsor terjadi di talud lapangan Cemoroharjo, Candibinangun serta di kawasan Randu, Hargobinangun (dok. BPBD Sleman)

Longsor terjadi di talud lapangan Cemoroharjo, Candibinangun serta di kawasan Randu, Hargobinangun (dok. BPBD Sleman)

GERBANGPATRIOT.COM, SLEMAN – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sleman, Selasa (14/4/2026).
‎
Cuaca ekstrem ini memicu sejumlah kejadian longsor di beberapa kapanewon dan sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
‎
Beberapa titik dilaporkan mengalami kerusakan infrastruktur, terutama akses jalan yang tertutup material longsoran.
‎
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R Haris Martapa, mengungkapkan bahwa kejadian longsor tersebar di wilayah Pakem, Cangkringan, dan Tempel.
‎
“Hujan sedang disertai angin kencang mengakibatkan beberapa titik longsor, yang sebagian mengganggu akses jalan,” ujar Haris kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).
‎
Ia menjelaskan, di Kapanewon Pakem terdapat dua titik longsor yang cukup berdampak.
‎
“Untuk di Pakem ada dua titik, talud longsor dan ambrol sehingga akses jalan terganggu,” katanya.
‎
Longsor terjadi di talud lapangan Cemoroharjo, Candibinangun serta di kawasan Randu, Hargobinangun yang menyebabkan jalan tidak bisa dilalui secara normal.
‎
Sementara itu, di Kapanewon Cangkringan, material longsor sempat menutup akses jalan menuju Padukuhan Pentingsari, Umbulharjo.
‎
Warga bersama petugas bergerak cepat melakukan pembersihan agar jalur tersebut kembali bisa dilalui.
‎
“Penanganan langsung dilakukan bersama warga agar akses tidak terputus terlalu lama,” jelas Haris.
‎
Di wilayah Tempel, longsor terjadi pada tebing sungai di Bulan, Banyurejo akibat tergerus aliran air.
‎
Kondisi ini dinilai cukup berbahaya karena adanya pohon beringin di atas tebing yang berpotensi roboh.
‎
“Di Tempel ini yang perlu diwaspadai karena ada potensi pohon beringin di atasnya roboh dan membahayakan masyarakat,” ucapnya.
‎
Hingga saat ini, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa.
‎
“Untuk sementara nihil korban jiwa, data masih bersifat sementara dan terus kami perbarui sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya. (andriyani)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru