Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bantul Minta Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Bantul – Puluhan siswa di Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (13/4/2026).
‎
Pemerintah Kabupaten Bantul pun langsung bergerak cepat dengan meminta penyedia makanan, SPPG, untuk menghentikan operasional sementara.
‎
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian sembari menunggu hasil investigasi penyebab kejadian tersebut.
‎
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, menegaskan bahwa pihaknya berharap SPPG segera menghentikan distribusi makanan.
‎
“Kalau dari Satgas Kabupaten berharap tutup dulu sementara hingga diketahui penyebabnya apa,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
‎
Ia menambahkan, keputusan final tetap menunggu arahan dari pemerintah pusat karena kewenangan berada di sana.
‎
Hermawan juga mengungkapkan bahwa jumlah korban cukup banyak.
‎
“Data terbaru menyebut ada 80 orang yang diduga keracunan itu (MBG). Tapi semuanya sudah terkondisi,” jelasnya.
‎
Dari jumlah tersebut, 77 merupakan siswa SMP Negeri di Jetis, sementara tiga lainnya terdiri dari dua guru dan satu siswa dari SMP swasta setempat.
‎
Terkait penyebab keracunan, Pemkab Bantul belum bisa memastikan. Hermawan menekankan bahwa hasil uji laboratorium menjadi kunci utama.
‎
“Dari Dinkes Bantul sudah mengambil sampel makanan dan saat ini sedang diuji laboratorium,” ucapnya.
‎
Pemerintah meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil resmi keluar.
‎
Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto, menjelaskan kronologi awal kejadian.
‎
“Awalnya murid-murid mengonsumsi MBG pada Senin dengan menu nasi, ayam bakar, sayur sawi, tahu goreng, dan buah semangka,” katanya.
‎
Keesokan harinya, para siswa mulai merasakan gejala. “Beberapa murid mengalami mual, diare, muntah, dan pusing,” ujarnya.
‎
Guru pun segera membawa siswa ke Puskesmas Jetis 2, dan jumlah korban terus bertambah hingga puluhan orang. (waw)

Berita Terkait

Kustomfest 2026 Jual 27 Kaos Limited Edition dan Lelang Helm, Dibuka Mulai Rp5 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah
Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama
WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6
250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045
GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan
Pawai Ekosistem Malioboro Buka Semarak Jelang WJNC 2026
Sleman Pasang Alarm! 700 Pengambilan Ganda Psikotropika Terendus

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS Target Bedah 52 Rumah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Sleman Ajak Pelajar Lawan Kekerasan, Tawuran dan Radikalisme Bersama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

WNA Makin Ramai Naik Kereta, Konektivitas Wisata Daop 6

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250.322 Pemuda Sleman Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

GPM Sleman Soroti Sumbangan Komite MTsN 9, Minta Transparansi Pembiayaan

Berita Terbaru