Polda Metro Petakan Empat Lokasi Demo, 6.675 Personel Gabungan Disiagakan

GERBANGPATRIOT.COM, Jakarta — Polda Metro Jaya memetakan empat lokasi yang menjadi titik konsentrasi massa dalam aksi penyampaian pendapat di sejumlah kawasan Jakarta, Senin (15/6/2026). Untuk menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan tersebut, sebanyak 6.675 personel gabungan disiagakan di berbagai titik strategis.

Empat lokasi yang menjadi perhatian aparat yakni kompleks Gedung DPR/MPR RI, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Dukuh Atas, Silang Monas, serta Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung tertib sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.

“Polda Metro Jaya telah menyiapkan 6.675 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat. Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis guna menjamin keamanan peserta aksi maupun masyarakat di sekitar lokasi,” ujar Budi di Jakarta, Senin.

Personel yang dikerahkan terdiri atas 6.165 anggota Polri, 500 personel TNI, dan 10 petugas Dinas Perhubungan. Aparat juga menyiapkan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi aksi.

Berdasarkan pemetaan kepolisian, kawasan Gedung DPR/MPR RI menjadi titik dengan perkiraan jumlah peserta terbesar. Massa yang hadir di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang.

Sementara itu, kawasan Bundaran HI-Dukuh Atas menjadi titik pergerakan massa dari Aliansi Perisai dengan estimasi peserta sekitar 80 hingga 100 orang. Di kawasan Silang Monas, jumlah peserta diperkirakan berkisar 40 hingga 70 orang.

Adapun aksi di depan Kantor Badan Gizi Nasional diperkirakan diikuti sekitar 40 hingga 50 peserta.

Budi menyampaikan, seluruh personel yang bertugas telah mendapat arahan dari Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri agar mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menjalankan pengamanan.

“Petugas harus sabar, humanis, dan tidak terprovokasi. Aspirasi masyarakat harus dapat tersampaikan dengan aman dan damai,” katanya.

Ia menegaskan, aparat tidak bertugas untuk membatasi hak warga negara dalam menyampaikan pendapat, melainkan memastikan keamanan bersama serta menjaga fasilitas publik.

Dalam pengamanan aksi kali ini, personel juga dilarang terpancing emosi dan tidak diperkenankan membawa maupun menggunakan senjata api saat bertugas di lapangan.

Selain pengamanan massa, petugas lalu lintas disiagakan di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi aksi guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan dan menjaga kelancaran lalu lintas. (ihd)