Nasi dan Daging MBG Turi Positif Bakteri, SPPG Wonokerto Jadi Sorotan

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, ‎SLEMAN – Hasil laboratorium sementara Dinkes Sleman mengungkap sampel makanan MBG di Turi positif mengandung bakteri Bacillus cereus yang memicu perhatian publik luas.

Temuan itu berasal dari pemeriksaan sampel nasi dan bola-bola daging goreng yang diproduksi SPPG Wonokerto untuk penerima program MBG setempat pada Senin lalu.

Dinkes Sleman juga menemukan Staphylococcus aureus pada sampel nasi yang dikumpulkan dari lokasi SMPN 3 Turi setelah kejadian tersebut berlangsung di sekolah setempat.

Berdasarkan analisis epidemiologi dan investigasi pangan, Bacillus cereus menjadi indikasi kuat pemicu utama keracunan, namun penyebab definitif masih menunggu pemeriksaan komprehensif lebih lanjut.

Dari 868 porsi MBG yang didistribusikan ke enam satuan pendidikan pada Senin 7 September, sebanyak 112 orang mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan.

Dua orang bahkan sempat menjalani rawat inap, sementara 23 orang lainnya memilih mendapatkan pengobatan secara mandiri setelah mengalami keluhan kesehatan pascakonsumsi makanan tersebut.

Keluhan korban beragam, mulai pusing, mual, sakit perut, sakit kepala, lemas, muntah, hingga diare setelah menyantap makanan yang dibagikan kepada para siswa setempat.

Menu yang dikonsumsi meliputi nasi, bola daging, edamame, kari kol wortel, serta semangka kuning dalam paket MBG tersebut pada hari kejadian berlangsung tersebut.

Temuan bakteri pada sampel makanan kini menjadi sorotan utama karena pemeriksaan laboratorium memberikan petunjuk penting mengenai dugaan sumber masalah kesehatan para penerima manfaat.

Meski begitu, Dinkes Sleman belum menetapkan penyebab definitif karena pengujian menyeluruh masih berlangsung untuk memastikan rangkaian penyebab kejadian tersebut secara lebih lengkap kini.

‎*Kepala SPPG Wonokerto Minta Maaf*

Kepala SPPG Wonokerto, Rifqi Dimas Pratama, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada penerima manfaat dan keluarga yang terdampak kejadian tersebut secara langsung kepada publik.

Rifqi mengatakan pihaknya langsung menggiatkan evaluasi internal sebagai langkah pembenahan setelah munculnya laporan gangguan kesehatan dari penerima makanan MBG di sekolah tersebut hari.

Kami menyampaikan permohonan maaf terbuka, kata Rifqi, seraya menegaskan evaluasi dilakukan untuk memperbaiki proses pengolahan makanan di SPPG Wonokerto secara menyeluruh bersama tim tersebut.

SPPG Wonokerto juga menyiapkan pendampingan oleh chef bersertifikat untuk memperkuat pengawasan teknis selama proses pengolahan makanan bagi penerima manfaat program MBG terkait tersebut.

Selain itu, pengelola berkomitmen melakukan pengujian mutu air secara berkala serta memperketat penggunaan APD bagi relawan pengolah makanan di dapur SPPG tersebut setempat.

Kami akan memperketat evaluasi, ujar Rifqi, termasuk memastikan prosedur pengolahan dan kebersihan dijalankan lebih disiplin dalam setiap tahapan produksi makanan setiap hari ketat.

Pihak SPPG juga menjalankan pendampingan bertahap dengan mendatangi langsung kediaman penerima manfaat untuk memantau perkembangan pemulihan kesehatan mereka secara berkala setelah kejadian langsung.

Kami mendatangi penerima manfaat, kata pihak SPPG, sebagai bentuk pendampingan sekaligus pemantauan terhadap kondisi kesehatan korban setelah kejadian tersebut secara bertahap dan langsung.

Pemerintah daerah mengimbau seluruh penyedia jasa boga MBG memperketat dokumentasi rantai pasok, kebersihan, dan prosedur higienitas dalam setiap proses penyediaan makanan sekolah sekolah.

Langkah tersebut diharapkan mencegah cemaran bakteri kembali terjadi serta memastikan makanan sekolah tetap aman dikonsumsi seluruh penerima manfaat program MBG secara berkelanjutan nasional.(waw)

Berita Terkait

Regenerasi Petani di Sleman Jadi Tantangan, Generasi Muda Mulai Didorong Terjun ke Pertanian
Wregas Bhanuteja Siapkan Film Baru, Hadirkan Kisah Kedukaan di Tengah Hiruk-Pikuk Kota
Menilik Para Perasuk, Film Terbaru Karya Wregas Bhanuteja
Kotabaru Yogyakarta dan Jejak Sejarahnya, dari Permukiman Belanda hingga Masjid Syuhada
Jelajah Becak Jadi Cara Dinas Kebudayaan Yogyakarta Merawat Warisan Budaya
Kotabaru Heritage Film Festival 2026 Dibuka, Angkat Warisan Budaya Lewat Film
Cintya Amanda Labetta Arie Seno, S.H.,M.H., Politisi Muda yang Aktif di Forum Demokrasi
Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kementerian Keuangan, Lanjutkan Agenda Kerja Kabinet Merah Putih

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:50 WIB

Regenerasi Petani di Sleman Jadi Tantangan, Generasi Muda Mulai Didorong Terjun ke Pertanian

Jumat, 18 September 2026 - 08:40 WIB

Wregas Bhanuteja Siapkan Film Baru, Hadirkan Kisah Kedukaan di Tengah Hiruk-Pikuk Kota

Jumat, 18 September 2026 - 08:30 WIB

Nasi dan Daging MBG Turi Positif Bakteri, SPPG Wonokerto Jadi Sorotan

Jumat, 18 September 2026 - 08:24 WIB

Kotabaru Yogyakarta dan Jejak Sejarahnya, dari Permukiman Belanda hingga Masjid Syuhada

Jumat, 18 September 2026 - 08:19 WIB

Jelajah Becak Jadi Cara Dinas Kebudayaan Yogyakarta Merawat Warisan Budaya

Berita Terbaru