Polda Banten Ungkap Jejak Sinyal Jurnalis dalam Pencarian Kapal yang Hilang Kontak

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, Pandeglang – Polda Banten sampaikan perkembangan terkait pencarian delapan orang yang hilang kontak dalam insiden kapal Speed Boat Arupadatu di perairan Selat Sunda.

Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengecekan, terdapat nomor telepon milik salah satu jurnalis yang terdeteksi pada hari pertama setelah kapal dinyatakan hilang kontak.

“Nomor tersebut milik Bang Daus, salah satu jurnalis yang berada di dalam kapal. Menggunakan kartu Telkomsel Kartu Halo dengan perangkat iPhone 14,” ujarnya pada Kamis (17/09).

Selanjutnya, Kombes Pol Maruli menjelaskan nomor tersebut terdeteksi oleh jaringan BTS di wilayah Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di sekitar Pulau Sebesi.

“Jangkauan BTS di Pulau Sebesi tersebut kurang lebih tiga kilometer. Setelah itu, perangkat tersebut dalam kondisi tidak aktif dan sampai saat ini tidak kembali terdeteksi menyala,” jelasnya.

Sementara itu, terkait temuan jenazah di Pulau Enggano Provinsi Bengkulu, Kombes Pol Maruli mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk melakukan proses identifikasi dan persesuaian data.

“Berdasarkan informasi awal, jenazah tersebut berjenis kelamin laki-laki, dengan perkiraan usia sekitar 50 tahun dan tinggi badan kurang lebih 163 sentimeter. Saat ditemukan, jenazah mengenakan celana pendek jenis boxer. Setelah dilakukan koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi,” ungkapnya.

Diakhir, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli menambahkan bahwa pihaknya telah menyerahkan data antemortem yang diperoleh dari keluarga para korban, termasuk data DNA, kepada Polda Bengkulu untuk dilakukan persesuaian dengan data postmortem jenazah.

“Data antemortem dari keluarga sudah kami serahkan kepada Polda Bengkulu. Saat ini proses identifikasi masih berlangsung dan dilakukan secara ilmiah oleh tim terkait, proses identifikasi pada umumnya membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu. Namun demikian, Polda Banten berharap proses tersebut dapat diselesaikan lebih cepat sehingga dapat memberikan kepastian kepada keluarga,” tutupnya. (lsi)

Sumber : Bidhumas

Berita Terkait

917 Siswa SMPN 1 Karang Tanjung Terima PIP, Kepsek Sampaikan Apresiasi kepada Adde Rosi
Gubernur Andra Soni: Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Rutinitas, melainkan Tanggung Jawab Moral
Komisi VIII DPR RI Kunjungi Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Bahas Pelayanan dan Penyaluran Bantuan Sosial
Tinawati Tinjau Lomba Sekolah Sehat di SMAN 1 Ciruas: Sekolah Sehat Kunci Generasi Emas
Pemkab Pandeglang Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Santunan Yatim Piatu
Warga 4 Kecamatan di Pandeglang Keluhkan 13 Bantuan RTLH Tak Kunjung Direalisasikan
Ditlantas Polda Banten Panen Jagung 3 Hektare, Wujud Nyata Polri Dukung Ketahanan Pangan
HUT Desa Sindangheula ke-47 Resmi Dibuka, Dua Pekan Warga Disuguhkan Beragam Hiburan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:20 WIB

Polda Banten Ungkap Jejak Sinyal Jurnalis dalam Pencarian Kapal yang Hilang Kontak

Kamis, 17 September 2026 - 17:13 WIB

917 Siswa SMPN 1 Karang Tanjung Terima PIP, Kepsek Sampaikan Apresiasi kepada Adde Rosi

Kamis, 17 September 2026 - 17:02 WIB

Gubernur Andra Soni: Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Rutinitas, melainkan Tanggung Jawab Moral

Kamis, 17 September 2026 - 16:40 WIB

Komisi VIII DPR RI Kunjungi Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Bahas Pelayanan dan Penyaluran Bantuan Sosial

Kamis, 17 September 2026 - 15:21 WIB

Tinawati Tinjau Lomba Sekolah Sehat di SMAN 1 Ciruas: Sekolah Sehat Kunci Generasi Emas

Berita Terbaru