Regenerasi Petani di Sleman Jadi Tantangan, Generasi Muda Mulai Didorong Terjun ke Pertanian

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERBANGPATRIOT.COM, ‎SLEMAN – Sleman kembali menyoroti regenerasi petani melalui Gelar Parlemen TVRI Yogyakarta yang menghadirkan tiga narasumber utama pada Kamis di tengah tantangan perubahan zaman pertanian.

Kebijakan regenerasi menjadi perhatian karena sektor pertanian membutuhkan generasi muda yang mampu mengelola teknologi, usaha, dan peluang pasar secara berkelanjutan untuk ketahanan pangan.

Wakil Ketua I DPRD Sleman Ani Martanti menegaskan, kebijakan harus menciptakan ekosistem pertanian yang menarik bagi anak muda bagi generasi muda Sleman lagi.

Menurut Ani, regenerasi petani tidak cukup hanya mengandalkan minat, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah, legislatif, pelaku usaha, komunitas, serta generasi muda secara lebih berkelanjutan.

“Kita perlu membangun ekosistem pertanian yang menarik,” ujar Ani dalam diskusi Gelar Parlemen TVRI Yogyakarta tersebut pada Kamis (17/9/2026) mengenai masa depan pertanian Sleman.

Ia menilai sinergi berbagai pihak menjadi kunci agar generasi muda memiliki ruang berkembang sekaligus memperoleh kepastian dalam menjalankan usaha pertanian di lapangan langsung.

Sekretaris Daerah Sleman Abu Bakar turut memaparkan strategi pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian melalui berbagai bentuk dukungan bagi generasi muda Sleman.

Abu Bakar menekankan pentingnya membuat pertanian dipandang sebagai profesi menjanjikan, bukan sekadar pekerjaan tradisional yang diwariskan antargenerasi yang adaptif terhadap teknologi dan pasar.

“Generasi muda harus melihat pertanian memiliki prospek dan mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi,” kata Abu Bakar dalam acara tersebut serta peluang usaha.

Program Tani Milenial diarahkan meningkatkan minat generasi muda melalui pelatihan, pendampingan agroteknopreneur, serta pengembangan minat bertani yang lebih modern sesuai kebutuhan masa kini.

Langkah tersebut menjadi penting karena pertanian menghadapi tantangan regenerasi sekaligus tuntutan untuk beradaptasi dengan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat agar tetap kompetitif berkelanjutan.Perkembangan terbaru menunjukkan agenda regenerasi semakin mendapat perhatian, termasuk melalui Forum Komunikasi Petani Milenial Kabupaten Sleman pada Agustus 2026 melalui forum lintas pihak.

Saat itu, sebanyak 350 Petani Milenial Kabupaten Sleman mengikuti Forum Komunikasi Petani Milenial sebagai ruang bertukar gagasan dan pengalaman memperkuat jejaring petani muda.

Pengurus Forum Komunikasi Petani Milenial Sleman periode 2026–2029 juga dikukuhkan bersamaan, memperkuat wadah komunikasi generasi muda pertanian setempat untuk periode kepengurusan yang baru.

Petani Milenial Patrick Yuniarta ikut menyampaikan perspektif dari lapangan, terutama mengenai kebutuhan generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian dalam diskusi terbuka tersebut langsung.

Kehadiran Patrick membuat pembahasan tidak hanya berbicara kebijakan, tetapi juga menyentuh pengalaman dan kebutuhan petani muda secara langsung mengenai kebutuhan petani muda Sleman.

Diskusi tersebut menempatkan akses pendampingan, pengembangan kapasitas, serta peluang ekonomi sebagai bagian penting dalam membangun masa depan pertanian Sleman agar peluang usaha terbuka.

“Pertanian harus memberi ruang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat,” menjadi semangat yang mengemuka dalam diskusi tersebut bagi generasi muda Sleman.

Kolaborasi pemerintah, legislatif, pelaku usaha, komunitas, dan petani muda diharapkan memperkuat pertanian sebagai sektor strategis menghadapi perubahan zaman demi menjaga ketahanan pangan daerah.

Dengan dukungan kebijakan dan kolaborasi tepat, regenerasi petani diharapkan melahirkan generasi muda produktif sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian Sleman di tengah perubahan zaman mendatang.(ady)

Berita Terkait

Wregas Bhanuteja Siapkan Film Baru, Hadirkan Kisah Kedukaan di Tengah Hiruk-Pikuk Kota
Menilik Para Perasuk, Film Terbaru Karya Wregas Bhanuteja
Nasi dan Daging MBG Turi Positif Bakteri, SPPG Wonokerto Jadi Sorotan
Kotabaru Yogyakarta dan Jejak Sejarahnya, dari Permukiman Belanda hingga Masjid Syuhada
Jelajah Becak Jadi Cara Dinas Kebudayaan Yogyakarta Merawat Warisan Budaya
Kotabaru Heritage Film Festival 2026 Dibuka, Angkat Warisan Budaya Lewat Film
Cintya Amanda Labetta Arie Seno, S.H.,M.H., Politisi Muda yang Aktif di Forum Demokrasi
Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kementerian Keuangan, Lanjutkan Agenda Kerja Kabinet Merah Putih

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:50 WIB

Regenerasi Petani di Sleman Jadi Tantangan, Generasi Muda Mulai Didorong Terjun ke Pertanian

Jumat, 18 September 2026 - 08:40 WIB

Wregas Bhanuteja Siapkan Film Baru, Hadirkan Kisah Kedukaan di Tengah Hiruk-Pikuk Kota

Jumat, 18 September 2026 - 08:30 WIB

Nasi dan Daging MBG Turi Positif Bakteri, SPPG Wonokerto Jadi Sorotan

Jumat, 18 September 2026 - 08:24 WIB

Kotabaru Yogyakarta dan Jejak Sejarahnya, dari Permukiman Belanda hingga Masjid Syuhada

Jumat, 18 September 2026 - 08:19 WIB

Jelajah Becak Jadi Cara Dinas Kebudayaan Yogyakarta Merawat Warisan Budaya

Berita Terbaru