GERBANGPATRIOT.COM, JOGJA – Kabar duka menyelimuti dunia kesenian Yogyakarta setelah seniman senior Susilo Nugroho, dikenal sebagai Den Baguse Ngarso, meninggal Senin (21/9/2026) hari ini.
Susilo Nugroho mengembuskan napas terakhir pada Senin (21/9/2026), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, seniman, dan masyarakat Yogyakarta hingga kini.
Kabar wafatnya Susilo dibenarkan kerabatnya, Hesti, yang menerima telepon dari istri almarhum terkait kondisi Susilo di rumah pada hari tersebut.
Hesti mengatakan, istri Susilo menelepon dan meminta dirinya mengecek kondisi sang seniman yang disebut tidur lama dan sulit dibangunkan saat itu.
“Kan ngebel saya. ‘Itu, Pak Sus kok tidur lama banget gak bangun-bangun,’ istrinya telpon saya,” ujar Hesti, Senin kepada wartawan.
Hesti mengaku diminta membangunkan Susilo, tetapi dirinya tidak berani melakukannya sebelum meminta bantuan keluarga atau kerabat lainnya saat itu kemudian.
“Coba digugah, tapi saya kan tidak berani,” kata Hesti, mengenang percakapan dengan istri Susilo sebelum bantuan datang pagi itu kepada mereka.
Setelah itu, Hesti mencoba menghubungi anak Susilo Nugroho untuk memastikan kondisi ayahnya, tetapi telepon tersebut tidak mendapat respons dari keluarga saat itu.
Kerabat lainnya, Uri, kemudian datang dan mencoba membangunkan Susilo Nugroho yang saat itu berada dalam posisi tidur menyamping di kamar tersebut.
Uri mengatakan, kondisi tubuh Susilo ketika diperiksa sudah kaku, sementara kaki terasa dingin dan kuku tampak menghitam saat diperiksa kemudian.
“Tidur nyamping kakinya dingin dan kaku, waduh feeling-ku gak enak kukunya sudah hitam,” ujar Uri kepada Hesti saat itu kemudian.
Uri kemudian meminta bantuan Pak Eko yang disebut sebagai mantri untuk memeriksa kondisi Susilo Nugroho secara langsung di rumah pada waktu tersebut.
“Terus ke Pak Eko sebagai Mantri, sudah gak ada kemungkinan sudah lama,” kata Uri saat menceritakan kondisi tersebut kepada keluarga saat itu.
Sementara itu, seniman dan budayawan Yogyakarta Bambang Paningron mengatakan, jenazah Susilo Nugroho masih berada di Rumah Sakit Bethesda hingga kini.
Bambang menyampaikan kabar tersebut sekaligus mengenang Susilo sebagai pelawak yang berani menyampaikan kritik pemerintah melalui guyonan di panggung kepada masyarakat.
“Jogja kehilangan salah satu penjaga akal sehatnya. Mas Susilo Den Baguse Ngarso itu bukan sekadar pelawak,” ujar Bambang mengenang sosoknya selama ini.
Menurut Bambang, Susilo merupakan sosok yang menjadikan panggung sebagai ruang belajar sekaligus menyampaikan kritik melalui pertunjukan kesenian kepada masyarakat Yogyakarta luas.
“Dia adalah guru yang memilih panggung sebagai ruang kelasnya. Dari Mbangun Deso sampai Teater Gandrik,” katanya mengenang perjalanan kesenian Susilo selama ini.
“Beliau mengajarkan kita bahwa kritik bisa disampaikan dengan guyon, tapi guyonnya tidak pernah kosong,” lanjut Bambang mengenang Susilo hingga kini.
Bambang menegaskan, kepergian Susilo meninggalkan kehilangan besar bagi jagad kesenian Yogyakarta, karena kehadirannya dinilai tidak tergantikan hingga kini mendalam.(waw)















