Gotong Royong Warga Bantul Wujudkan Pembangunan Asrama Yatim

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prasasti Dewan Pendiri Yayasan Anak Yatim Piatu & Dhu'afa Uswatun Khasanah, tertanggal Bantul, 17 September 2015

Prasasti Dewan Pendiri Yayasan Anak Yatim Piatu & Dhu'afa Uswatun Khasanah, tertanggal Bantul, 17 September 2015

GERBANGPATRIOT.COM, BANTUL – Semangat gotong royong warga Gerjen, Pleret, Bantul, terus menyala melalui pembangunan asrama bagi anak yatim piatu dan kaum dhu’afa secara swadaya bersama warga.

Bangunan dua lantai tersebut berdiri di atas tanah wakaf almarhumah Hj. Rukinem Suwandi, menjadi tumpuan pengasuhan puluhan anak penerima manfaat secara berkelanjutan.

Fasilitas itu dibangun Yayasan Anak Yatim Piatu dan Dhu’afa Uswatun Khasanah bersama tokoh masyarakat, relawan, serta donatur yang bergerak sukarela untuk kemanusiaan bersama.

Gerakan kemanusiaan tersebut memiliki sejarah panjang, sebagaimana tercatat dalam prasasti pendirian yayasan tertanggal 17 September 2015 di wilayah

Pleret dan sekitarnya hingga kini.
‎Para pendiri meliputi Hj. Rukinem Suwandi, Setyadi, KPH. Ir. Nurdiantoro Darmaningrat, serta H. Rusman yang berkomitmen memperluas manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.

Di lapangan, Bondan Supriyanto, anggota SAR DIY, turut aktif mengawal kegiatan kemanusiaan, mendampingi relawan, dan memastikan berbagai program berjalan bersama secara konsisten bersama warga.

Awalnya, gerakan tersebut lahir dari kepedulian terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua setelah bencana gempa bumi melanda kawasan setempat dan sekitarnya secara luas.

Pengurus kemudian mengasuh 13 anak yatim piatu di lingkungan sekitar, sebelum pelayanan sosial berkembang melalui dukungan warga dan relawan secara bertahap hingga sekarang.

Perkembangan itu semakin kuat melalui sinergi dengan warga perkumpulan Minggu Wage Kampung Tambalan RT 06, yang ikut memperluas jangkauan pengasuhan hingga kini bersama.

Saat ini, yayasan membina 42 anak yatim internal dan berkolaborasi dengan HIMATU Pleret, sehingga total penerima pengasuhan mencapai 54 anak secara keseluruhan hingga kini.

Selain anak yatim, kegiatan sosial tersebut juga menyantuni sekitar 60 kaum dhu’afa yang membutuhkan perhatian dan dukungan masyarakat setempat secara berkelanjutan setiap waktu.

Untuk menghadirkan hunian representatif, pengurus memanfaatkan tanah wakaf Hj. Rukinem Suwandi sebagai lokasi pembangunan asrama dua lantai yang terpusat dan layak digunakan.

Pembangunan fisik asrama telah dimulai sejak 2018, mengandalkan pendanaan swadaya, dukungan relawan, dan kepedulian donatur yang tergerak membantu secara sukarela bersama warga.

Meski berjalan perlahan karena keterbatasan dana, pengurus tetap menjaga komitmen untuk membangun fasilitas tanpa mengajukan proposal bantuan formal kepada pihak manapun secara khusus.

Pak Bondan mengungkapkan, “Prinsip kami murni untuk kemanusiaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami tidak mematok target atau mengajukan proposal bantuan.”

“Jika ada dermawan yang tergerak membantu secara sukarela, baik berupa material bangunan maupun dukungan operasional, kami sangat terbuka,” ungkap Pak Bondan kepada relawan.

Menurut pengurus, bantuan sukarela menjadi bentuk kemitraan kemanusiaan yang menjaga semangat kebersamaan, sekaligus mempercepat terwujudnya fasilitas layak bagi anak penerima manfaat.

Selain asrama, jaringan pendiri dan relawan juga menjalankan Program Bedah Rumah untuk membantu warga kurang mampu memperoleh hunian lebih layak dan sehat bagi keluarga.

Hingga kini, sebanyak 18 rumah warga kurang mampu telah direhabilitasi melalui gotong royong relawan SAR dan RAPI bersama donatur secara bertahap di lapangan.

Program tersebut mendapat dukungan Antoni Sudarsono Group, sehingga perbaikan rumah dapat dilakukan bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi warga penerima manfaat di lapangan bersama relawan.

“Dari keterbatasan dana tidak menjadi penghalang untuk menebar kebaikan,” menjadi semangat relawan dalam menjalankan berbagai aksi sosial bagi masyarakat setempat secara konsisten bersama-sama.

Dari tanah wakaf hingga kerja sukarela, warga Bantul terus menumbuhkan harapan bagi puluhan anak yatim dan kaum dhu’afa melalui gotong royong bersama masyarakat.(waw)

Berita Terkait

Lurah Tahunan Ajak Warga Bangun Kebiasaan Belajar Anak Lewat JBM
‎Api Meluas, Pohon Pinus Tumbang, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla
Tak Lagi Bungkam, UMKM Alkid Ungkap Dugaan Tekanan dan Praktik Jukir Ilegal
‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya
Sal Priadi Hadir di Yogyakarta, Road to DESIK Concert Dikemas Intimate
Diduga Korsleting Kabel, Rumah Warga di Kotagede Yogyakarta Terbakar
Jelang HUT ke-270, Pemkot Yogyakarta Buka Uji Emisi Gratis untuk Warga
GPM Yogyakarta Buka Posko Udara untuk Dampingi Warga Akses Beasiswa Kuliah

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:32 WIB

Lurah Tahunan Ajak Warga Bangun Kebiasaan Belajar Anak Lewat JBM

Rabu, 23 September 2026 - 14:25 WIB

‎Api Meluas, Pohon Pinus Tumbang, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 13:50 WIB

Tak Lagi Bungkam, UMKM Alkid Ungkap Dugaan Tekanan dan Praktik Jukir Ilegal

Rabu, 23 September 2026 - 13:35 WIB

‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya

Rabu, 23 September 2026 - 13:27 WIB

Sal Priadi Hadir di Yogyakarta, Road to DESIK Concert Dikemas Intimate

Berita Terbaru