GERBANGPATRIOT.COM, Jogja – Gerakan Pemuda Marhaenis Kota Yogyakarta membuka Posko Udara Advokasi Beasiswa Kuliah Pemerintah Kota Yogyakarta berbasis APBD untuk membantu warga.
Posko ini dikoordinasikan Wakil Ketua Bidang Pendidikan GPM Kota Yogyakarta Junarto, menjadi ruang konsultasi dan pendampingan bagi keluarga yang membutuhkan layanan pendidikan.
Sasarannya meliputi pelajar, calon mahasiswa, mahasiswa, orang tua, serta keluarga yang membutuhkan informasi program beasiswa perguruan tinggi dari pemerintah daerah setempat.
GPM menilai anggaran APBD harus benar-benar dirasakan manfaatnya rakyat, terutama anak keluarga membutuhkan yang berisiko kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi mereka.
“APBD itu uang rakyat. Jangan sampai anak rakyat kehilangan kesempatan kuliah hanya karena tidak mengetahui program beasiswa,” tegas Junarto.
Menurut GPM, akses informasi beasiswa perlu diperluas agar calon penerima memahami persyaratan, tahapan pengajuan, serta kanal pelayanan yang telah disediakan pemerintah.
Posko Udara juga memberikan pendampingan bagi keluarga yang membutuhkan perubahan desil data kesejahteraan sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Bagi GPM, akurasi data penting karena kondisi ekonomi keluarga dapat berubah, sementara data kesejahteraan menjadi dasar pelayanan dan penyaluran sejumlah program.
Junarto menegaskan GPM tidak memiliki kewenangan menentukan penerima bantuan, melainkan mendampingi warga memahami hak, syarat, dan prosedur pengajuan.
“Kami tidak menjanjikan bantuan kepada siapa pun. Kami memastikan warga memahami hak serta jalur pengajuan yang tersedia,” ujar Junarto.
Pendampingan diberikan agar keluarga mengetahui langkah yang perlu ditempuh ketika data kesejahteraan dinilai tidak lagi menggambarkan kondisi kehidupan sebenarnya.
“Jangan sampai persoalan administrasi membuat anak dari keluarga membutuhkan harus menghentikan kuliahnya,” kata Junarto saat menjelaskan tujuan pembukaan Posko Udara.
GPM memandang persoalan pendidikan berkaitan erat dengan kemampuan ekonomi keluarga, terutama ketika biaya perguruan tinggi menjadi beban bagi kelompok rentan.
“Pendidikan harus membuka kesempatan, bukan tertutup karena informasi terbatas atau data yang belum mencerminkan keadaan keluarga,” ujar Junarto.
Karena itu, Posko Udara diharapkan menjadi ruang komunikasi yang memudahkan masyarakat memperoleh penjelasan mengenai program pendidikan pemerintah Kota Yogyakarta.
Warga dapat berkonsultasi mengenai beasiswa kuliah sekaligus mendapatkan arahan terkait pembaruan data kesejahteraan melalui prosedur resmi pemerintah yang berlaku.
“Kalau informasi tidak sampai kepada rakyat, program sebaik apa pun bisa kehilangan manfaatnya,” tegas Junarto mengenai pentingnya keterbukaan.
GPM Kota Yogyakarta mengajak pelajar, mahasiswa, orang tua, dan keluarga membutuhkan untuk memanfaatkan Posko Udara sebagai ruang konsultasi pendidikan.
“Ini bentuk konkret perjuangan kaum muda, bukan sekadar berbicara tentang rakyat, tetapi hadir ketika rakyat membutuhkan pendampingan,” tutur Junarto.
GPM menegaskan Posko Udara diarahkan memastikan kesempatan pendidikan tetap terbuka, dengan APBD memberi manfaat nyata bagi rakyat tanpa terkendala informasi.(waw)















