Pasar Tradisional Hadapi Era Digital, Sleman Siapkan Fasilitas Live Selling

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Disperindag Sleman, Aris Herbandang, didampingi jajaran pejabat terkait, memaparkan strategi digitalisasi pasar tradisional kepada para pedagang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (22/9/2026).

Sekretaris Disperindag Sleman, Aris Herbandang, didampingi jajaran pejabat terkait, memaparkan strategi digitalisasi pasar tradisional kepada para pedagang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (22/9/2026).

GERBANGPATRIOT.COM, Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan strategi digitalisasi pasar tradisional agar pedagang mampu bertahan, memperluas jangkauan konsumen, dan meningkatkan penjualan di tengah perubahan perilaku belanja masyarakat.

Mulai 2027, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman akan memberikan stimulan berupa ruang dan peralatan live selling bagi pedagang pasar tradisional di wilayah Sleman.

Langkah tersebut disiapkan untuk menjawab tantangan perdagangan digital yang semakin memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam berbelanja, termasuk mengurangi kunjungan langsung ke pasar tradisional.

Sekretaris Disperindag Sleman, Aris Herbandang, menegaskan bahwa pedagang harus beradaptasi dengan teknologi agar tetap mampu meningkatkan penjualan dan mengikuti perkembangan zaman.

“Pedagang pasar itu harus mampu mengikuti perubahan zaman,” ungkap Aris di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (22/9/2026).

Aris menjelaskan, Disperindag memiliki sejumlah program untuk mendorong pedagang pasar membuka diri terhadap teknologi dan memanfaatkan peluang penjualan melalui platform digital.

“Kami di Dinas Perindag mempunyai beberapa program untuk mengajak teman-teman di pasar membuka diri terkait penggunaan teknologi,” jelasnya.

Ruang live selling yang direncanakan tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menghadirkan pendamping berpengalaman untuk membantu pedagang menjalankan promosi digital.

“Tahun 2027 kita akan memberikan stimulan untuk membuat ruang-ruang live selling untuk pedagang pasar, termasuk peralatan,” ujarnya.

Menurut Aris, Disperindag juga akan menggandeng pihak yang telah memiliki kemampuan melakukan live selling agar pendampingan berlangsung secara langsung dan praktis.

“Kami akan tandem dengan beberapa yang memang sudah punya kemampuan melakukan live selling,” kata Aris, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam program tersebut.

Selain live selling, Disperindag memperluas pemanfaatan platform digital untuk mendukung transaksi pasar tradisional, termasuk layanan pemesanan kebutuhan kuliner secara daring.

Pasar Godean menjadi salah satu contoh karena telah bergabung dengan platform MBiZ dan melayani berbagai permintaan masyarakat melalui sistem pemesanan daring.

“Di Pasar Godean sudah masuk ke MBiZ, sehingga bisa melayani permintaan-permintaan, misalnya kebutuhan catering,” kata Aris.

Layanan tersebut mencakup beragam pesanan makanan, mulai dari mi ayam hingga soto, sehingga pedagang berpeluang memperluas pasar tanpa mengandalkan kunjungan langsung.

Pemkab Sleman juga mendorong pasar tradisional berkembang menjadi ruang wisata dan budaya, bukan sekadar lokasi transaksi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Disperindag kini berdiskusi dengan paguyuban pasar agar kegiatan budaya dan hiburan dapat digelar secara rutin, sekaligus menarik lebih banyak pengunjung.

“Harapan kami pasar bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga menjadi ajang wisata, ajang budaya,” jelas Aris.

Menurutnya, masyarakat diharapkan datang menikmati kuliner tradisional sekaligus menyaksikan pertunjukan budaya yang menghidupkan suasana pasar dan memperkuat daya tariknya.

Aris mengakui transaksi pasar cukup terpengaruh oleh belanja digital serta pedagang keliling atau eyek-eyek yang langsung menjangkau permukiman warga.

“Selain digital, adanya eyek-eyek yang langsung menjangkau rumah-rumah cukup menurunkan minat orang berkunjung ke pasar,” bebernya.

Sebagai solusi, Disperindag mengkaji pola agar pedagang eyek-eyek tetap berbelanja di pasar tradisional, seperti model yang berjalan di Pasar Pakem.

Di Pasar Pakem, kawasan terminal telah menjadi lokasi kulakan pedagang keliling sehingga pasar tetap berperan sebagai pemasok kebutuhan dagangan mereka.

“Yang sudah terjadi sekarang di Pasar Pakem, area terminal menjadi tempat eyek-eyek kulakan,” terang Aris, menjelaskan pola distribusi tersebut.

Aris mengatakan, pola Pasar Pakem sedang dipelajari agar dapat diterapkan di pasar tradisional lainnya, sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas perdagangan masyarakat setempat.

“Pola seperti ini sedang kami pelajari agar bisa diterapkan di pasar-pasar lain,” pungkasnya, menegaskan upaya memperkuat peran pasar tradisional.(waw)

Berita Terkait

Chrestina Erni Raih Pembina Terbaik II Nasional, Harumkan Nama Dishub DIY
Desa Wisata Garongan dan Pulesari Ukir Prestasi di Ajang Pariwisata DIY 2026
Sleman Creative Weeks 2026, Gugah Budaya Lewat Ruang Kreatif Bersama Warga
HUT ke-81 TNI, Bazar Korem 072/Pamungkas Jadi Ajang Promosi UMKM Yogyakarta
Densus 88 Salurkan Air Bersih, Edukasi Radikalisme Kedungpoh Gunungkidul
Gotong Royong Warga Bantul Wujudkan Pembangunan Asrama Yatim
Dua Tahun Berdiri, BARISTA Perkuat Silaturahmi dan Gerakan Kemanusiaan
Kasus Kekerasan Seksual, ISI Yogyakarta Nonaktifkan Dosen Terlapor Usai Pemeriksaan Satgas

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:51 WIB

Chrestina Erni Raih Pembina Terbaik II Nasional, Harumkan Nama Dishub DIY

Selasa, 22 September 2026 - 18:44 WIB

Desa Wisata Garongan dan Pulesari Ukir Prestasi di Ajang Pariwisata DIY 2026

Selasa, 22 September 2026 - 18:37 WIB

Sleman Creative Weeks 2026, Gugah Budaya Lewat Ruang Kreatif Bersama Warga

Selasa, 22 September 2026 - 18:23 WIB

Pasar Tradisional Hadapi Era Digital, Sleman Siapkan Fasilitas Live Selling

Selasa, 22 September 2026 - 16:30 WIB

Densus 88 Salurkan Air Bersih, Edukasi Radikalisme Kedungpoh Gunungkidul

Berita Terbaru