GERBANGPATRIOT.COM, Solo — Pasien lansia Suparjo Rahmad yang sempat dibawa ambulans menuju RSUD dr Moewardi meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Kabar duka itu disampaikan pengemudi ambulans SABER, Wirawan, pada Rabu (23/9/2026) pagi melalui keterangan kepada wartawan setempat langsung pada pagi itu.
Suparjo, warga Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, meninggal sekitar pukul 07.30 WIB di RSUD dr Moewardi Solo setelah menjalani perawatan secara intensif.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun,” kata Wirawan menyampaikan kabar duka tersebut kepada keluarga dan publik melalui informasi yang diterimanya pada Rabu pagi tersebut.
“Berita duka dari pasien emergency yang kita antarkan dan viral karena sempat terhalang mobil BYD,” ujar Wirawan dalam keterangannya kepada wartawan.
Menurut Wirawan, kabar meninggalnya Suparjo diketahui setelah putra almarhum menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp pada Rabu pagi dan menyampaikan kabar duka kepada tim SABER.
Keluarga kemudian meminta bantuan tim SABER menjemput jenazah Suparjo dari RSUD dr Moewardi untuk dibawa menuju rumah duka di Sukoharjo.
“Permintaan keluarga untuk menjemput di RSUD dr Moewardi jam 10.00 WIB nanti,” ujar Wirawan saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu pagi, setelah proses pemulangan.
Jenazah Suparjo selanjutnya akan diantar ke rumah duka di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo untuk disemayamkan oleh pihak keluarga di rumah tersebut.
Sebelum meninggal, Suparjo diketahui berada dalam kondisi kritis dan mengalami sakit komplikasi yang membutuhkan penanganan medis segera di rumah sakit rujukan tersebut.
“Iya, sakit komplikasi. Kondisinya memang sudah kritis saat itu,” jelas Wirawan mengenai kondisi Suparjo sebelum perjalanan menuju rumah sakit rujukan tersebut sebelum dirujuk.
Wirawan menjelaskan pasien membutuhkan penanganan rumah sakit tipe A sehingga ambulans membawa Suparjo dari Blimbing menuju RSUD dr Moewardi Solo untuk perawatan awal.
“Hanya bisa ditangani di RS Tipe A,” kata Wirawan menjelaskan alasan pasien dibawa menuju rumah sakit tersebut untuk mendapat penanganan medis secara segera.
*Kronologi Peristiwa*
Sebelumnya, perjalanan ambulans yang membawa Suparjo menjadi perhatian setelah video penghalangan kendaraan viral di media sosial dan ramai diperbincangkan publik oleh warganet luas.
Dalam video tersebut, ambulans SABER terlihat berada di belakang mobil listrik BYD warna putih saat melintas Jalan Yos Sudarso, Kota Solo kemudian viral.
Peristiwa itu terjadi ketika Wirawan mengantar Suparjo dari Blimbing, Sukoharjo, menuju RSUD dr Moewardi dalam kondisi darurat untuk memperoleh penanganan medis saat itu.
“Pas saya antar pasien emergency dari Blimbing ke RSDM,” kata Wirawan saat menjelaskan kronologi perjalanan tersebut kepada wartawan.
Wirawan mengatakan ambulans berada di belakang mobil setelah melewati lampu bangjo perempatan Gemblegan menuju rumah sakit rujukan tersebut dalam perjalanan darurat saat itu.
“Setelah melewati bangjo perempatan Gemblegan saya di belakang mobil itu,” ujar Wirawan mengenai posisi ambulans ketika kejadian berlangsung di Jalan Yos Sudarso saat itu.
Ambulans SABER berangkat dari Blimbing sekitar pukul 09.12 WIB dan tiba di RSUD dr Moewardi sekitar pukul 09.36 WIB setelah perjalanan darurat tersebut.
Dua hari setelah kejadian viral itu, Suparjo meninggal dunia pada Rabu pagi setelah menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi, meninggalkan duka keluarga tersebut.(waw)















